profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR
Rabu, 29 Juni 2011 00:00


WALIKOTA MAKASSAR

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR
NOMOR 54 TAHUN 2009

TENTANG

URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL
PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR

WALIKOTA MAKASSAR,

 

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas - tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar, dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Tugas dan Fungsi jabatan struktural pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar.

Mengingat

:

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 1822);
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43  Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890;
  3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
  4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batas-batas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten  Gowa, Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
  10. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009);
  11. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor  3  Tahun  2009).

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR.


BAB I
KETENTUAN UMUM


Pasal 1


Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :
(1) Kota adalah Kota Makassar;
(2) Walikota adalah Walikota Makassar;
(3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar;
(4) Rumah Sakit Umum Daerah adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(5) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(6) Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah adalah Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(7) Bidang adalah Bidang pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(8) Bagian adalah Bagian pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(9) Seksi adalah seksi pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(10) Subbagian adalah Subbagian pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;
(11) Kelompok Jabatan Fungsional adalah unsur pelaksana kegiatan teknis berdasarkan bidang keahlian pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar;

 

BAB II
URAIAN TUGAS

Pasal 2
Direktur

(1) Direktur mempunyai tugas memimpin, menyusun kebijaksanaan, membina, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas pelayanan rumah sakit sesuai peraturan perundang-undangan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (1) peraturan ini, Direktur menyelenggarakan fungsi :
a. Menetapkan kebijaksanaan perencanaan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan pelayanan dan pengembangan rumah sakit.
b. Pengawalan tugas-tugas seluruh pejabat struktural dan fungsional;
c. Pengkoordinasian pelaksanan program dan kegiatan rumah sakit;
d. Pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis dan profesi
e. Penetapan program pengendalian standar mutu pelayanan;
f. Perumusan bersama visi, misi dan strategi rumah sakit;
g. Penetapan pengelolaan pendidikan dan penelitian rumah sakit.

Pasal 3
Wakil Direktur Pelayana
n

(1) Wakil Direktur Pelayanan mempunyai tugas membina, mengkoordinasikan, mengawasi dan melaksanakan pengelolaan kegiatan pelayanan medik, Penunjang Pelayanan Medik, serta Penunjang Pelayanan Medik dan Keperawatan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat (1) peraturan ini, Wakil Direktur Pelayanan menyelenggarakan fungsi :
a. Pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pelayanan medik;
b. Pelaksanaan perencanaan terhadap pengembangan pelayanan keperawatan;
c. Pelaksanaan perencanaan monitoring dan evaluasi pelayanan medik;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelayanan keperwatan.

Bagian Pertama
Bidang Pelayanan Medik
Pasal 4

(1) Bidang pelayanan medik mempunyai tugas merencanakan membina, menyusun standar dan mengkoordinasi memantau dan mengevaluasi seluruh kegiatan dibibang pelayanan medik.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 4 ayat (1) bidang pelayanan medik menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis pelaksannan kebutuhan bidang pelayanan medik.
b. Menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian penggunaan fasilatas pelayanan medik.
c. Pelaksanaan kegiatan penerimaan serta pemulangan pasien.
d. Penyiapan bahan perumusan standar pelayanan minimal ( SPM ) di bidang pelayanan medik.
e. Pelaksanaan koordinasi kegiatan dalam bidang pelayanan medik.
f. Penyiapan bahan laporan hasil kegiatan pelaksanaan dan pemantauan serta evaluasi dalam pembinaan pelayanan medik.
g. Pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

Pasal 5
Seksi Perencanaan Dan Pengembangan
Pelayanan Medik

(1) Seksi perencanaan dan pengembangan pelayanan keperawatan mempunyai tugas merencanakan, menyusun rencana, menyiapkan bahan, melakukan koordinasi serta melaksanakan penerimaan dan pemulangan pasien.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 5 ayat (1) peraturan ini, Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pelayanan Medik menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana kerja pada seksi perencanaan dan pengembangan pelayanan medik.
b. Menyusun rencana pengadaan obat medik dari instalasi rawat inap, rawat darurat.
c. Menyusun dan menyusun standar pelayanan pengembangan mutu pelayanan medik.
d. Menyiapkan dan melaksanakan penerimaan serta pemulangan pasien.

Pasal 6
Seksi Monitoring Dan Evaluasi
Pelayanan Medik

(1) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik mempunyai tugas menyiapkan, menyusun, mengecek data, melakukan koordinasi serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (1) peraturan ini, Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik menyelenggarakan fungsi :
a. Menyiapkan bahan / data dalam rangka penyusunan laporan monitoring dan evaluasipelayanan medik;
b. Memeriksa dan mengecek keakuratan bahan dan data untuk di jadikan acuan/pedoman melaksanakan penyusunan kebijaksanaan laporan dan evaluasi;
c. Melaksanakan koordinasi kegiatan dalam rangka penyusunan laporan evaluasi dan monitoring;
d. Menyusun rancangan awal perumusan laporan akuntabilitas kinerja pada bidang pelayanan medik;
e. Menelaah peraturan perundang-undangan;
f. Menginventarisasi dan mengevaluasi seluruh permasalahan pada seksi monitoringdan evaluasi;
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

Bagian kedua
Bidang Penunjang Pelayanan Medik
Dan Keperawatan
Pasal 7

(1) Bidang penunjang pelayanan medik dan keperawatan mempunyai merencanakan, menyiapkan perumusan teknis menyusun standar dan melakukan koordinasi dalam bidang instalasi serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (1) peraturan ini, Bidang Penunjang Pelayanan Medik dan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja pada bidang penunjang pelayanan medik dan keperawatan;
b. Penyiapan rencana pengadaan alat medik dari instalasi penunjang medik;
c. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan pembinaan pada bidang penunjang pelayanan medik dan keperawatan;
d. Pengkoordinasian instalasi radiologi, instalasi, laboratorium, instalasi farmasi, instalasi gizi, instalasi alternative, intensif pemulangan jenaza dan bank darah;
e. Pelaksanaan kegiatan bidang penunjang pelayanan berdasarkan standar perawatan medik dan keperawatan;
f. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis pengendalian medik;
g. Pelaksanaan dan pengembangan standar pelayanan untuk meningkatkan mutu pelayanan medik;
h. Penyiapan laporan hasil pelaksanaan tugas pemantauan serta evaluasi kegiatan dalam bidang penunjang pelayanan medik dan keperawatan.

Pasal 8
Seksi Perencanaan, Pengembangan Penunjang
Pelayanan Medik Dan Keperawatan

(1) Seksi Perencanaan, Pengembangan Penunjang Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai tugas menyusun, menyiapkan rancangan SPM, rancangan pengadaan alat, rencana penyiapan SPM serta menyiapkan bahan bimbingan asuhan keperawatan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (1) peraturan ini, Seksi Perencanaan, Pengembangan Penunjang Pelayanan Medik dan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana kerja pada seksi perencanaan, pengembangan penunjang pelayanan medik dan keperawatan.
b. Menyusun rencana pengadaan obat dari instalasi penunjang pelayanan medik dan keperawatan.
c. Menyiapkan bahan rancangan awal pelaksanaan penerapan standar asuhan keperawatan.
d. Menyiapkan bahan bimbingan asuhan keperawatan.
e. Membuat rencana pengadaan obat medik dari instalasi penunjang medik dan keperawatan.
f. Membuat standar pelayanan dalam rangak mengembangkan mutu penunjang pelayanan mmedik dan keperawatan.
g. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.

Pasal 9
Seksi Monitoring Dan Evaluasi Penunjang
Pelayanan Medik Dan Keperawatan

(1) Seksi monitoring dan evaluasi penunjang pelayanan medik dan keperawatan, menyusun rencana, menelaah peraturan perundang-undangan menyiapkan dan memeriksa keakuratan, menyusun recana serta membuat laporan pelaksanaan tugas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaiman adimaksud pada pasal 9 ayat (1) peraturan ini, Seksi monitoring dan Evaluasi Penunjang Pelayanan Medik dan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana kerja pada deksi monitoring dan evaluasi pelayanan medik dan keperawatan.
b. Menyiapkan bahan dan data dalam rangka penyusunan laporan monitoring dan evaluasi pelayanan medikdan keperawatan.
c. Memeriksa dan mengecek keakuratan bahan / data sebagai pedoman dalam menyusun laporan.
d. Menyusun rancangan awal perumusan laporan akuntabilitasi kinerja pada bidang pelayanan medik dan keperawatan.
e. Melakukan monitoring dan evaluasi serta membuat laporan bulanan dan berkala.
f. Menelaah peraturan perundang-undangan.
g. Melaksanakan koordinasi kegiatan dalam rangka menyusun laporan evaluasi dan monitoring.
h. Mengevaluasi seluruh permasalahan pada seksi monitoring dan evaluasi pelayanan medik dan keperawatan.
i. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

Bagian Ketiga
Bidang Pelayanan Keperawatan
Pasal 10

(1) Bidang pelayanan keperawatan mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkoordinasi penyusunan standar.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 10 ayat (1) peraturan ini, Bidang Pelayanan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan bahan perumusan kebiksanaan teknis pelaksanaan kebutuhan bidang pelayanan keperawatan;
b. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian dan penggunaan fasilitas pelayanan keperawatan;
c. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan pembinaan suhan keperawatan;
d. Penyiapan bahan perumusan standar peleyanan minimal ( SPM ) di bidang pelayanan keperawatan;
e. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan dalam melayani dan menyalurkan tenaga paramedik, pelaksanaan pengelolaan keperawatan;
f. Pelaksanaan koordinasi kegiatan dalam bidang pelayanan keperawatan;
g. Pelaksanaan kegiatan keperawan berdasarkan standar keperawatan;
h. Penyiapan bahan laporan hasil kegiatan pelaksanaan dan pemantauan serta evaluasi dalam rangka pemberian pelayanan keperawatan;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.

Pasal 11
Seksi Perencanaan Dan Pengembangan
Pelayanan Keperawatan

(1) Seksi Perencanaan dan pengembangan pelayanan keperawatan mempunyai tugas merencanakan pendidikan, menyelenggarakan bimbingan, menyusun dan mengembangkan standar pelayanan keperawatan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 11 ayat (1) peraturan ini, Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pelayanan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana kerja pada seksi perencanaan dan pengembangan pelayanan keperawatan.
b. Mengusulkan dan menyelenggarakan rencana pendidikan dan pengembangan tenaga keperawatan.
c. Menyiapkan bahan dan data dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kesehatan.
d. Melakukan bimbingan pendidikan dan pengembangan di bidang keperawatan.
e. Menyusun dan mengembangkan standar pelayanan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
f. Memberikan bimbingan asuhan dan pelayanan keperawatan kepada perawat.
g. Melaksnakan koordinasi pengembangan pelayanan keperawatan.
h. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.

Pasal 12
Seksi Monitoring Dan Evaluasi
Pelayanan Keperawatan

(1) Seksi monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan, mempunyai tugas menyusun rencana, menelah peraturan, memeriksa dan mengawasi keakuratan data laporan serta membuat laporan pelaksanaan tugas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 12 ayat (1) peraturan ini, Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana kerja pada seksi monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan.
b. Menyiapkan bahan dan data dalam rangka penyusunan laporan monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan.
c. Memeriksa dan mengecek keakuratan dan bahan / data sebagai pedoman dalam menyusun laporan.
d. Menyusun rancangan awal perumusan laporan akuntabilitas kinerja pada bidang pelayanan keperawan.
e. Menelah peraturan perundang-undangan pada seksi pelayanan keperawatan.
f. Melakukan monitoring dan evaluasi serta membuat laporan bulanan dan berkala.
g. Melaksanakan pengawasan terhadap mutu dan etika perawatan kepada para pegawai.
h. Menginventarisir dan mengevaluasi seluruh permasalahan.
i. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.

Pasal 13
Wakil Direktur Umum dan Keuangan

(1) Wakil Direktur Umum dan Keuangan mempunyai tugas membina, mengkoordinasikan dan mengevaluasi, melaksanakan pengelolaan keuangan, pelayanan umum dan pengelolaan pelayanan masyarakat.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (1) Peraturan ini, Wakil Direktur Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. Pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan dan akuntansi;
b. Pengawasan terhadap tata usaha dan rumah tangga;
c. Pengawasan terhadap pengelolaan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia;
d. Pelaksanaan hubungan masyarakat dan pemasaran;
e. Pelaksanaan rekam medik serta sistem informasi;
f. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
g. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Bagian Kelima
Bagian Keuangan

Pasal 14

(1) Bagian keuangan mempunyai tugas merencanakan membina mengkoordinasikan, melaksanakan penyusunan anggaran, perbendaharaan, verifikasi sistem instansi Pensiunan keuangan, melakukan mobilitas dana serta menyiapkan pelaporan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud pada pasal 14 ayat (1) peraturan ini, Bagian kekurangan dan pelaporan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program gaji pada bagian keuangan dan pelaporan.
b. penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis penyusunan perubahan dan perhitungan anggaran pendapatan belanja, rumah sakit.
c. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolan admistrasi keuangan daerah.
d. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian pengujian kebenaran penagihan dan penerbitan SPMU dan mengadakan pemeriksaan keuangan serta membina perbendaharaan
e. Penyiapan bahan bimbingan pengumpulan dan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan administrasi keuangan.
f. Penyiapan sistim control dalam melakukan kegiatan keuangan
g. Penyusunan akuntansi dan analisa biaya pelaksanaan pengoperasian dan pengembangan System informasi RS.
h. Pelaksanaan pemeriksaan pada pemegang kas.

Pasal 15
Subbagian Keuangan dan Akuntansi

(1) Sub bagian keuangan dan akuntasi mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melakukan penyusunan anggaran, perbendaharaan, verifikasi, akuntansi, sistem informasi keuangan serta melakukan mobilitas dana.
(2) Dalam melaksanakan tugas dimaksud pada pasal 15 ayat (1) peraturan ini, sub bagian keuangan dan akuntansi menyelenggarakan fungsi.
a. Menyusun rencana dan program kerja pada sub bagian keuangan dan akuntansi.
b. Menyelenggarakan akuntansi dan analisa biaya.
c. Menyelenggarakan pengoperasian dan pengembangan sistem informasi layanan Rumah Sakit.
d. Mengadakan pengecekan/pemeriksaan terhadap pemegang kas.
e. Menyiapkan system control dalam pelaksanaan kegiatan keuangan.

Pasal 16
Subbagian Evaluasi dan Pelaporan

(1) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas menyusun rencana, menyiapkan bahan dan data, menelaahperundang-undangan serta membuat hasil laporan sebagai bahan evaluasi.
(2) Dalam melaksanakan tugas dimaksud pada pasal 16 ayat (1) peraturan ini, Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi.
a. Menyusun rencana pada subbagian evaluasi dan pelaporan;
b. Menyiapkan bahan dan data dalam rangka evaluasi pelaksanaan tugas dan pelaporan;
c. Memeriksa dan mengecek keakuratan data yang dijadikan bahan laporan;
d. Menyusun rancangan awal perumusan laporan;
e. Menelaah peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penyusunan evaluasi dan pelaporan;
f. Membuat dan menetapkan hasil laporan untuk disampaikan kepada pimpinan serta instansi terkait sebagai bahan evaluasi yang akan datang;
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 17
Bagian Umum

(1) Bagian umum mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkoordinasikan melaksanakan kegiatan dan penyusunan pedoman dam petunjuk teknis pembinaan ketatausahaan, kearsipan, urusan rumah tangga, serta melaksanakan tugas teknis kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat (1) peraturan ini, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.
b. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis pengelolaan urusan dan rumah tangga, rumah sakit.
c. Penyiapan bahan bimbingan pengatur acara dan tamu pimpinan.
d. Penyiapan bahan bimbingan pengaturan perjalanan dinas.
e. Pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 18
Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga

(1) Subbag tata usaha dan rumah tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga meliputi pemeliharaan kendaraan dinas, akomodasi, serta memelihara kebersihan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud pada pasal 18 ayat (1) peraturan ini, Subbagian Tata usaha dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pada subbagian tata usaha dan rumah tangga.
b. Melakukan urusan kerumah tanggaan, rumah sakit yang meliputi kendaraan dinas, akomodasi, serta memelihara kebersihan kantor.
c. Melakukan koordinasi penyelenggaraan urusan rumah tangga dalam lingkungan rumah sakit.
d. Memelihara dan mengawasi penggunaan telepon, listrik, air, gas serta kebersihan ruangan WC/kamar mandi.

Pasal 19
Subbagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM

(1) Subbagian Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas menyusun rencana, melaksanakan tugas teknis kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia.
(2) Dalam melaksanakan tugas bagaiman dimaksud pada pasal 19 ayat (1) peraturan ini, Subbagian kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pada sub bagian kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia;
b. Menyiapkan bahan kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun;
c. Menyiapkan bahan dan menyusun usul kenaikan gaji berkala,usul tugas belajar;
d. Melakukan pemeliharaan, disiplin dan kesejahteraan pegawai;
e. Penyiapan data pelaporan, penyiapan bahan evalusai terhadap pelaksanaan tugas;
f. Menghimpun mensosialisasikan peraturan perundang-undangan dalam bidang kepegawaian dalam rumah sakit;
g. Melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri;
h. Melakukan koordinasi pada secretariat Korpri Kota Makassar;
i. Menyusun hasil pelaporan tugas.

Pasal 20
Bagian Pelayanan Masyarakat

(1) Bagian Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkoodinasikan pelaksanaan kehumasan dan pemasaran serta rekam medik dan sistem dan sistem informasi rumah sakit.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 20 ayat (1) peraturan ini, Bagian Pelayanan Masyarakat menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana dan program kerja pada Bagian Pelayanan Masyarakat.
b. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis pengelolaan urusan dan rumah tangga, rumah sakit.
c. Penyiapan bahan bimbingan pengatur acara dan tamu pimpinan.
d. Penyiapan bahan bimbingan pengaturan perjalanan dinas.
e. Pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 21
Subbagian Humas dan Pemasaran

(1) Subbagian Humas dan Pemasaran mempunyai tugas menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kehumasan dan pemasaran rumah sakit.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud pada pasal 21 ayat (1) peraturan ini, Subbagian Humas dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pada Subbagian Humas dan Pemasaran;
b. Menyusun rencana pengadaan bahan promosi dan publikasi;
c. Menyelenggarakan pemasaran / promosi kepada masyarakat melalui media cetak elektronik maupun media lainnya;
d. Menyusun bahan pembahasan teknis, pengembangan rumah sakit, memberikan layanan dan bimbingan serta analisa usaha;
e. Menyusun dan mengembangkan konsep pelayanan non medis;
f. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

Pasal 22
Subbagian Rekam Medik dan Sistem Informasi

(1) Subbagian Rekam Medik dan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pengendalian rekam medic dan sistem informasi rumah sakit.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud pada pasal 22 ayat (1) peraturan ini, Subbagian Rekam Medik dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pada Subbagian Rekam Medik dan Sistem Informasi;
b. Mengumpulkan bahan dan data-data dalam rangka pengembangan sistem informasi;
c. Menyusun, mengumpulkan bahan dan data dalam rangka pengembangan standar pelayanan medik;
d. Menyelenggarakan sistem informasi manajemen;
e. Mengumpulkan dan mencatat pengarsipan rekam medik;
f. Melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka pengembangan sistem informasi;
g. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

Pasal 23
Subbagian Pendidikan dan Pelatihan

(1) Subbagian Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas menyusun rencana, menata, menyiapkan administrasi, menginventarisir kebutuhan pendidikan dan pelatihan, melakukan kerjasama serta mengevaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagai mana dimaksud pada pasal 23 ayat (1) peraturan ini, Subbagian Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pada Subbagian Pendidikan dan Pelatihan;
b. Menyusun pelaksanaan kegiatan program pendidikan dan pelatihan;
c. Mengindentifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai dalam lingkungan rumah sakit;
d. Menyusun jadwal pendidikan dan pelatihan;
e. Melakukan kerjasama dengan instansi lain / non pemrintah dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
f. Mempersiapkan administrasi kegiatan pendidikan dan pelatihan;
g. Mengatur dan menata pengadaan bahan dan sarana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
h. Mengevaluasi hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
i. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

 

BAB III
TATA KERJA

Pasal 24

(1) Bidang dan Bagian masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan Kepala Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur;
(2) Seksi dan Subbagian masing-masing dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian.

Pasal 25

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi;
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas;
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing;
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut.

Pasal 26

Dalam hal Direktur berhalangan melaksanakan tugasnya, maka Direktur dapat menunjuk Wakil Direktur atau salah seorang Kepala Bidang atau Kepala Bagian untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB IV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 27

(1) Dengan berlakunya peraturan ini, maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

Pasal 28

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar.

 


 

 

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 13 Juli 2009

WALIKOTA MAKASSAR,


H. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN

Diundangkan di Makassar
pada tanggal 14 Juli 2009

SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR,

 

H. M. ANIS ZAKARIA KAMA

BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 54 TAHUN 2009

 
 
 

(12/25/13) Danny-Ical dilantik 8 Mei

Makassar,– Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny)-Syamsu Rizal (Ical) dipastikan dilantik dan diambil sumpahnya 8 Mei 2014. Pemkot Makassar telah ...
Read more...

(12/09/13) Ini 28 Calon Pemain PSM Makassar di ISL 2014

Makassar,- PSM Makassar tampaknya akan menjadi klub pertama yang paling siap untuk mengarungi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sebanyak 28 pemain telah resmi mengisi skuat tim Juku Eja di ISL...
Read more...

(11/22/13) Pengumuman Lelang Sederhana Material Lampu Jalan UPTD PJU (APBD Perubahan)

Pokja UPL / Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Tahun Anggaran 2013 akan melaksanakan Pelelangan Sederhana secara Elektronik (E-Procurement) untuk paket pekerjaan seba...
Read more...

(11/11/13) Kantor Baru DKP3 Diusulkan Rp3 Miliar

Makassar,- Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Makassar tidak lagi menumpang untuk melaksanakan program-program kegiatannya. Anggaran pembangunan kantornya akan dimasukkan ...
Read more...

(11/11/13) UMK Makassar Ditetapkan Hari ini

Makassar,- Upah Minimum Kota (UMK) Makassar 2014 ditetapkan besok (Hari ini) dalam rapat pleno di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar. "Rapat tripartite ini akan digelar bersama dengan dewan...
Read more...

(10/31/13) Bank Sampah Kian Diminati Warga

Makassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hal terse...
Read more...

(10/14/13) 10 Ribu Hewan Kurban Disiapkan di Makassar

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberikan hewan kurban di pelataran parkir masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (17/11). TEMPO/Kink Kusuma Rein M...
Read more...

(09/17/13) Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Makassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner...
Read more...

(09/17/13) 2.780 Polisi Amankan Pilwali Makassar

Makassar,- Sebanyak 2.780 polisi akan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Makassar hingga 20 September mendatang. Polisi ini akan mengantisipasi gejolak dampak dari Pilwali tersebut. Dari jum...
Read more...

(09/17/13) Pemkot Makassar Naikkan UMK Hingga 20 Persen

Makassar,-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menaikkan Upah Minimun Kota (UMK) untuk buruh di Kota Makassar, sekitar 10 hingga 20 persen, atau dari Rp 1,5 juta, naik hingga Rp 1.650.000 atau Rp 1,...
Read more...
 
 

Bank Sampah Kian Diminati Warga

Bank SampahMakassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal tersebut terlihat di Kelurahan Ballaparang RW 04, Minggu siang, 27 Oktober. Puluhan ibu rumah tangga (IRT) mengumpulkan sejumlah sampah anorganik yang diambil dari rumah mereka masing-masing.

Sampah yang didominasi botol minuman dan gelas bekas itu tertampung di sekitar posko Bank Sampah UKM Pelita Harapan di Jl.Pelita Raya IV. Salah seorang IRT, Ramlah, mengatakan,...

Baca selengkapnya ...

Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Ikrar Pilkada DamaiMakassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner KPU, anggota Panwaslu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja, Dandim 1408 BS Letkol Inf Firyawan, dan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta.

Ini merupakan ikrar kedua yang ditantangani. Ikrar dipasangi bingkai dan tertera...

Baca selengkapnya ...

Memahami Kembali Makna Idul Fitri

Memahami Kembali Makna Idul FitriKetika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi...

Baca selengkapnya ...

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H (2013)

Ramadhan“Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallahu lana walakum daaiman bijami'i khoir. Wal'awfu minkum”

Alhamdulillahirabbil alamin, Shalawat serta salam tercurah ke haribaan jungjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Umat Islam kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah Subhanahu Wata'ala dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan Ramadan juga disebut dengan "Syahrul Qur'an", bulan diturunkannya al-Qur'an yang merupakan lentera hidayah ketuhanan yang...

Baca selengkapnya ...

Makassar, Liburan Sempurna di Timur Indonesia

Mesjid Terapung MakassarMakassar,- Inilah destinasi liburan yang luar biasa di timur Indonesia. Pantai, pulau, gunung, kota, kuliner dan belanja, semua ada dan penuh pesona di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Ayo liburan ke Makassar, Karaeng!

Di kawasan Indonesia Timur, Makassar menjadi kota yang paling besar sekaligus penting, termasuk untuk berwisata. Jika Anda ingin menjelajah jauh di Indonesia, Makassar adalah titik yang sempurna untuk memulai hal tersebut.

Makassar bisa dijangkau dari Jakarta dengan pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang keren atau...

Baca selengkapnya ...

Lampu Jalan Anda Padam (Mati), Telepon Nomor Ini

Armada laston MercuryMakassar,- Jika lampu jalan dekat rumah Anda padam, tak perlu lagi khawatir. Cukup telepon call center UPTD Penerangan Jalan Umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Nomor telepon dapat dihubungi, 0411449340. Petugas call center membuka layanan selama 24 jam.

"Kalau mau cepat, bilang, saya anggota dewan. Cepat itu dilayani," sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M Ansar menjawab pertanyaan anggota dewan soal keluhan warga karena lampu jalan di dekat rumahnya padam. Petugas dikeluhkan karena telat memperbaikinya.

Baca selengkapnya ...

Imlek Tahun 2564, Makna Simbolik di Balik Perayaan Imlek

Meja persembahan Imlek di Dapur Babah Elite. (Dapur Babah Elite)Imlek adalah perwujudan syukur petani di Tiongkok atas hasil panen.
Tahun baru Imlek atau “Sintjia” sebentar lagi akan tiba. Bagi masyarakat Tiongkok ini adalah hari yang paling ditunggu. Begitu juga dengan komunitas China di Indonesia, untuk yang masih keturunan China asli atau peranakan. Mereka menyambut perayaan tahun baru ini yang sarat makna dan ritual.

Saat tahun baru, warna merah serentak mendominasi dekorasi setiap tempat. Mulai dari lampion, hiasan naga, barongsai, angpau,...

Baca selengkapnya ...

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awalmaulid-nabi Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan...

Baca selengkapnya ...

Memahami Makna Idul Adha

Idul AdhaBulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial.

Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas...

Baca selengkapnya ...

Akhir Pekan di Makassar, dari Kuliner Hingga Pulau Cantik

SamalonaMakassar,- Makassar di Sulawesi Selatan dapat menjadi destinasi akhir pekan Anda kali ini. Di sana terdapat destinasi wisata berupa pulau yang cantik hingga tempat-tempat bersejarah. Tak ketinggalan, kulinernya sangat lezat!

Sulawesi menyimpan banyak wisata menarik untuk traveler. Di Ibukota Sulawesi Selatan, Makassar, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pulau cantik dengan pasir putih, dan juga kulinernya yang terkenal lezat. Berakhir pekan di Makassar sangat menyenangkan.

Dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dikunjungi detikTravel, Jumat (31/8/2012), terdapat banyak destinasi wisata untuk traveler...

Baca selengkapnya ...

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Marhaban Ya RamadhanBulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti – nanti. bagi orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :
"Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu"

Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam...

Baca selengkapnya ...

Senja di Fort Rotterdam Makassar

Sunset view dari fort rotterdam MakassarMakassar,- Senja menyorot di pesisir pantai membuat Fort Rotterdam yang terletak di tengah Kota Makassar yang menghadap ke laut menjadi tempat santai dan berpose.

Di lokasi saksi bisu sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin itu, setiap hari, ratusan hingga ribuan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegera.

Segudang ilmu dan pengalaman bisa dibawa dari benteng yang berbentuk seperti penyu itu. Selain mengunjungi dua musium, I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya yang berada di dalam benteng, pengunjung pun bisa melihat tempat...

Baca selengkapnya ...

Pesona Spermonde, Surga Bagi Penyelam

Eksotisme Pulau Kapoposang, Segitiga Emas Terumbu Karang
spermonde pulau kapoposangBila Anda pelancong, tak lengkap rasanya kalau tidak ke Pulau Kapoposang. Pulau yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat, ini merupakan surge bagi diver (penyelam).
 
Untuk memperkenalkan deretan kawasan Spermonde atau gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar yang eksotis dengan pemandangan bawah lautnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel menggelar Press Tour & Marine Excursion di Kepulauan Spermonde, Jumat-Minggu, 18-20 Mei.

Baca selengkapnya ...

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...
 
Pengunjung Online
Ada 49 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
Content View Hits : 2602903
 
Pengunjung Online
Ada 49 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?