profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MAKASSAR
Rabu, 29 Juni 2011 00:00


WALIKOTA MAKASSAR

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR
NOMOR 35 TAHUN 2009

TENTANG

URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL
PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MAKASSAR

WALIKOTA MAKASSAR,



Menimbang

:

  1. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
  2. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar.

 

Mengingat

:

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 1822);
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43  Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890;
  3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
  4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batas-batas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten  Gowa, Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
  10. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009);
  11. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor  3  Tahun  2009).

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MAKASSAR.


BAB I
KETENTUAN UMUM


Pasal 1


Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan :
(1) Kota adalah Kota Makassar.
(2) Walikota adalah Walikota Makassar.
(3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar.
(4) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(5) Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(6) Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(7) Bidang adalah Bidang pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(8) Seksi adalah Seksi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(9) Subbagian adalah Subbagian pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.
(10) Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.

 

BAB II
URAIAN TUGAS

Pasal 2
Sekretariat

(1) Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi :
a. pengelolaan kesekretariatan;
b. pelaksanaan urusan kepegawaian dinas;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD;
d. pelaksanaan urusan perlengkapan;
e. pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga;
f. pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 3
Subbagian Umum dan Kepegawaian

(1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas menyusun rencana kerja melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan rumah tangga dinas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
b. mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat, kearsipan, surat perjalanan dinas, mendistribusikan surat sesuai bidang;
c. melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas;
d. melaksanakan usul kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun;
e. melaksanakan usul gaji berkala, usul tugas belajar dan izin belajar;
f. menghimpun dan mensosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas;
g. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian, pelayanan, organisasi dan ketatalaksanaan;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar;
j. melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing-masing;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 4
Subbagian Keuangan

(1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis keuangan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Keuangan menyelenggarakan fungsi:
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan;
b. mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah;
c. mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekretariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas;
d. menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas;
e. mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masing-masing satuan kerja;
f. menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Subbagian Perlengkapan;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 5
Subbagian Perlengkapan

(1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis perlengkapan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan;
b. menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU);
c. meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
d. membuat daftar Rencana Kebutuhan Barang (RKB);
e. membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU);
f. menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD;
g. menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
h. melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 6
Bidang Kebudayaan Dan Kesenian

(1) Bidang Kebudayaan dan Kesenian mempunyai tugas melaksanakan program/kegiatan di bidang kebudayaan, kesenian dan perfilman, kajian sejarah dan nilai tradisonal.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kebudayaan dan Kesenian menyelenggarakan fungsi :
a. melakukan penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kepariwisataan, pelaksanaan pemeliharaan, pengembangan dan pengelolaan museum dan galeri kebudayaan dan pariwisata;
b. menyusun rencana, melakukan penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kepariwisataan, pengembangan nilai-nilai budaya termasuk budaya spiritual, antara lain penilitian, pengkajian, penulisan, pemeliharaan dan penyebarluasan informasi;
c. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pemeliharaan, pembinaan, pelestarian peninggalan sejarah dan kepurbakalaan, kebudayaan, kesenian dan perfilman;
d. melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang kebudayaan dan kesenian, penggalian dan pengembangan kajian sejarah dan nilai tradisional, kebudayaan, kesenian dan perfilman;
e. melakukan penyiapan bahan bimbingan dan pembinaan pelestarian budaya daerah dan peninggalan sejarah di bidang kebudayaan;
f. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengkajian dan pelestarian kesenian kontemporer dan tradisional, perfilman dan kebudayaan;
g. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program di bidang kebudayaan dan pariwisata, penyelamatan, pengamatan, pemeliharaan, pemugaran, penggalian dan penelitian benda cagar budaya dan peninggalan sejarah;
h. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pertunjukan kesenian dan perfilman, kebudayaan serta kajian sejarah dan nilai tradisional;
i. menyiapkan bahan bimbingan dan pembinaan kreatifitas kinerja seni modern/kontemporer dan tradisonal;
j. melakukan koordinasi dengan instansi/unit kerja yang terkait dalam rangka pelaksanaan dan pelestarian kesenian tradisional dan modern/kontemporer serta perfilman, kebudayaan, sejarah dan nilai tradisional;
k. melakukan pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 7
Seksi Kebudayaan

(1) Seksi Kebudayaan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam melaksanakan program/kegiatan perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan kebudayaan.
(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Kebudayaan menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Kebudayaan;
b. melaksanakan pembinaan dan penguatan lembaga kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan lembaga komunitas adat untuk mengembangkan apresiasi budaya dalam berbagai bentuk kegiatan;
c. melakukan pengembangan jaringan informasi kebudayaan kepada kelompok-kelompok masyarakat, mengapresiasikan dan mengaktualisasikan kegiatan budaya;
d. memberikan bantuan teknis dan pembinaan kepada kelompok-kelompok masyarakat untuk mengapresiasikan dan mengaktualisasikan kegiatan budaya;
e. melaksanakan program/kegiatan perlindungan, pengembangan dan pemberdayaan kebudayaan;
f. melakukan inventarisasi dan menghimpun jenis-jenis sarana kebudayaan;
g. memanfaatkan sumber daya kebudayaan dalam rangka peningkatan daya tarik wisata menurut karakteristik budaya yang berkembang di masyarakat;
h. melaksanakan pembinaan dan pertukaran budaya antar kelompok/organisasi masyarakat;
i. menyelenggarakan festival budaya secara berkala dalam rangka meningkatkan dan aktualisasi budaya;
j. melakukan koordinasi dengan instansi/unit kerja yang terkait dalam rangka pelestarian nilai luhur budaya bangsa;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 8
Seksi Kesenian dan Perfilman

(1) Seksi Kesenian dan Perfilman mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pembinaan kesenian tradisional dalam rangka perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kesenian modern dan kontemporer dan sarana kesenian.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Kesenian dan Perfilman menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Kesenian dan Perfilman;
b. melakukan kerja sama dengan kelompok-kelompok kesenian tradisional dalam rangka pelestarian nilai-nilai seni tradisional;
c. melaksanakan inventarisasi dan menghimpun data kelompok organisasi kesenian, seniman modern/kontemporer;
d. mempersiapkan dan menyusun materi/pedoman pelaksanaan pembinaan kesenian modern/kontemporer dan tradisional;
e. memfasilitasi pelaksanaan kegiatan organisasi kesenian tradisional (tari, musik, teater dan film);
f. melakukan evaluasi/penilaian terhadap organisasi kesenian dan perfilman;
g. melaksanakan dan memfasilitasi pembuatan film dokumenter tentang kebudayaan dan kesenian;
h. melaksanakan pengumpulan dan menginventarisasi sarana kesenian;
i. melakukan penyebarluasan pedoman/petunjuk penggunaan dan pemeliharaan sarana kesenian;
j. melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit kerja/instansi terkait dalam rangka pelaksanaan/penggalian dan pelestarian kesenian tradisional, kesenian moderen/kontemporer dan sarana kesenian;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 9
Seksi Pengembangan Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional

(1) Seksi Pengembangan Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam penyelenggaraan perencanaan, penggalian, perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan aspek-aspek nilai tradisional dan kesejahteraan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengembangan Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional menyelenggarakan fungsi :
a. melakukan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pengembangan, Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional;
b. melaksanakan pengkajian terhadap aspek-aspek nilai tradisional dan kesejahteraan;
c. melaksanakan pengemasan dan pendistribusian hasil kajian tentang kesejarahan dan nilai tradisional;
d. menginventarisir dan menghimpun data kesejarahan dan nilai tradisional;
e. melaksanakan bimbingan dan penyuluhan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kegiatan pengembangan kesejarahan dan nilai tradisional;
f. mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi hasil kajian sejarah dan nilai-nilai tradisional;
g. melaksanakan perlindungan dan pelestarian aspek kesejarahan, nilai-nilai tradisional dan kepurbakalaan;
h. melaksanakan/memfasilitasi program penyelamatan, pemeliharaan, pemugaran, penggalian dan penelitian benda cagar budaya;
i. melakukan koordinasi dan kerja sama dengan unit kerja terkait dalam rangka penggalian dan pelestarian sejarah dan nilai tradisional;
j. melakukan evaluasi dan penilaian terhadap pengkajian sejarah dan nilai tradisional;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 10
Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata

(1) Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan pengembangan usaha pariwisata, penyelenggaraan sarana pariwisata, obyek wisata, dan perjalanan wisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata menyelenggarakan fungsi :
a. melakukan penyiapan perumusan bahan kebijaksanaan pelaksanaan pembinaan, pengembangan penyediaan fasilitas pelayanan di bidang pariwisata;
b. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelaksanaan standarisasi dan norma sarana kepariwisataan;
c. melakukan penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian, pengawasan terhadap perkembangan kepariwisataan;
d. melakukan penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis usaha penyediaan fasilitas pelayanan usaha kepariwisataan;
e. melakukan penyiapan bahan pelaksanaan dan pengelolaan administrasi perizinan kepariwisataan;
f. melakukan penyiapan bahan dan bimbingan teknis program pemberdayaan dan pengembangan obyek wisata alam dan buatan;
g. melakukan pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 11
Seksi Sarana Dan Obyek Wisata

(1) Seksi Sarana dan Obyek Wisata mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan sarana dan obyek wisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Sarana dan Obyek Wisata menyelenggarakan fungsi :
a. melakukan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Sarana dan Obyek Wisata;
b. melakukan penyusunan bahan pembinaan teknis sarana wisata dan usaha pariwisata meliputi Hotel/Restoran, Wisata Tirta dan Kawasan Wisata;
c. melakukan penyusunan bahan pembinaan teknis pengembangan usaha obyek wisata;
d. melakukan penyusunan standarisasi usaha dan sarana kepariwisataan;
e. memfasilitasi penyediaan/pengembangan pelayanan pada obyek wisata;
f. melakukan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pengembangan obyek wisata;
g. melakukan penyusunan data sarana dan obyek wisata sebagai bahan perencanaan/pengendalian;
h. melakukan pengawasan/pemantauan terhadap kegiatan perkembangan obyek wisata dan sarana wisata;
i. melakukan proses administrasi perizinan terhadap usaha kepariwisataan sesuai yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan;
j. melakukan penarikan retribusi terhadap usaha/sarana pariwisata sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
k. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
l. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 12
Seksi Usaha Pariwisata

(1) Seksi Usaha Pariwisata mempunyai fungsi melakukan pembinaan dan pengembangan usaha pariwisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Usaha Pariwisata menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Usaha Pariwisata;
b. melaksanakan penyusunan bahan untuk pembinaan/pengawasan dalam rangka pemanfaatan usaha pariwisata;
c. melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pemanfaatan usaha pariwisata;
d. menyiapkan dan menghimpun data usaha pariwisata sebagai bahan pameran/program pengembangan;
e. melaksanakan pengawasan/pemantauan terhadap kegiatan usaha pariwisata;
f. melakukan proses penyelenggaraan administrasi perizinan terhadap usaha-usaha kepariwisataan bekerjasama dengan instansi terkait;
g. melaksanakan pengawasan, pemantauan dan pengendalian terhadap peningkatan dan perkembangan usaha kepariwisataan;
h. melaksanakan pembinaan terhadap usaha kepariwisataan bekerjasama dengan instansi terkait;
i. melakukan tugas penarikan retribusi terhadap usaha kepariwisataan sesuai dengan yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan;
j. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 13
Seksi Pengawasan dan Penertiban

(1) Seksi Pengawasan dan Penertiban mempunyai tugas melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap usaha kepariwisataan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengawasan dan Penertiban menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pengawasan dan Penertiban;
b. menyusun bahan pembinaan teknis Usaha Jasa Pariwisata sesuai ketentuan yang ditetapkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. memantau Usaha Jasa Pariwisata sebagai bahan pengendalian efektivitas Retribusi Usaha Kepariwisataan;
d. melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ketaatan Usaha Jasa Pariwisata sesuai ketentuan yang berlaku;
e. melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pengawasan dan penerbitan usaha pariwisata;
f. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 14
Bidang Promosi dan Pemasaran

(1) Bidang Promosi dan Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan-bahan promosi, investasi pariwisata, analisa pasar dan konvensi; melakukan pelaksanaan hubungan kerja sama nasional dan internasional di bidang kepariwisataan; melakukan penyiapan data promosi kebudayaan dan pariwisata berupa dokumentasi visual, cetak sebagai data potensi kebudayaan dan pariwisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Promosi dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas dan fungsinya;
b. membagi habis pekerjaan kepada para Kepala Seksi dalam lingkup Bidang Promosi dan Pemasaran;
c. memberi pembinaan dan pengarahan kepada para Kepala Seksi dan semua staf di Bidang Promosi dan Pemasaran;
d. melakukan koordinasi dengan seluruh bidang-bidang, Bagian Tata Usaha pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
e. melaksanakan tugas koordinasi lain yang diberikan oleh atasan;
f. mengelola administrasi urusan tertentu.

Pasal 15
Seksi Promosi

(1) Seksi Promosi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan-bahan promosi, investasi pariwisata, analisa pasar dan konvensi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Promosi menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Promosi;
b. menerbitkan dan menyelenggarakan pengadaan bahan promosi/publikasi kepariwisataan;
c. melakukan penyusunan data base profil wisata dalam rangka persiapan bahan promosi dan evaluasi;
d. melakukan analisa perkembangan pasar wisata dan pola perjalanan/kunjungan wisata secara individual atau kelompok;
e. memberi pembinaan teknis dan pelayanan dalam rangka pengembangan usaha pariwisata dan penyediaan fasilitas penyelenggara konvensi, insentif dan pameran;
f. melaksanakan pendistribusian barang promosi ke dalam negeri dan luar negeri untuk meningkatkan penyebarluasan kepariwisataan Kota Makassar;
g. menyelenggarakan promosi kepariwisataan melalui media cetak, elektronik maupun media lainnya;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang di berikan oleh atasan.

Pasal 16
Seksi Hubungan Lembaga Wisata

(1) Seksi Hubungan Lembaga Wisata mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan hubungan kerja sama nasional, internasional di bidang kepariwisataan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Hubungan Lembaga Wisata menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Hubungan Lembaga Wisata;
b. menyiapkan bahan kerja sama lembaga pariwisata baik regional maupun internasional;
c. menyelenggarakan kegiatan promosi wisata dengan lembaga pariwisata regional maupun internasional;
d. mengikuti event yang diselenggarakan oleh lembaga pariwisata lokal, regional dan internasional;
e. melakukan perumusan petunjuk teknis, standarisasi bagi lembaga-lembaga kepariwisataan;
f. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 17
Seksi Pemasaran dan Kerjasama

(1) Seksi Pemasaran dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan data promosi kebudayaan dan Pariwisata berupa dokumentasi visual, media cetak sebagai data potensi kebudayaan dan pariwisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemasaran dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pemasaran dan Kerjasama;
b. melaksanakan penyusunan data promosi dalam bentuk visual dan cetak;
c. melaksanakan pemantauan data pendukung potensi budaya dan pariwisata;
d. menyelenggarakan pendataan organisasi budaya seni;
e. menyelenggarakan pendataan travel agency yang aktif;
f. menyelenggarakan pendataan rumah makan, restoran yang menyiapkan menu spesifik;
g. merumuskan - membuat papan potensi data bahan promosi;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan.

Pasal 18
Bidang Pengembangan Sumber Daya Dan Peran Serta Masyarakat

(1) Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Peran Serta Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata serta peningkatan peran serta masyarakat.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengembangan Sumber Daya dan Peran Serta Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkiprah di bidang kebudayaan, kesenian dan usaha/industri kepariwisataan;
b. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program kerjasama dan kemitraan serta usaha peningkatan peran serta masyarakat dan swasta dalam kegiatan kebudayaan, kesenian dan kepariwisataan;
c. menyiapkan bahan bimbingan pembinaan dan penyuluhan sadar wisata;
d. menyiapkan bahan-bahan bimbingan dan pengendalian teknis penyuluhan dalam rangka peningkatan apresiasi dan peran serta masyarakat terhadap pelestarian benda cagar budaya;
e. melakukan pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 19
Seksi Pengembangan Sumber Daya dan Penyuluhan

(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya dan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkiprah di bidang kebudayaan, kesenian, kepariwisataan, dan penyuluhan sadar wisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengembangan Sumber Daya dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pengembangan Sumber Daya dan Penyuluhan;
b. menyusun bahan penyuluhan dalam rangka pembentukan masyarakat Sadar Wisata;
c. melakukan kerjasama dalam rangka pembinaan sumber daya manusia melalui penyuluhan Sadar Wisata;
d. menyusun bahan pedoman dan petunjuk teknis kegiatan penyuluhan/pelatihan Sadar Wisata;
e. melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok Sadar Wisata dan memberi materi bimbingan penyuluhan Sadar Wisata kepada masyarakat baik melalui media cetak maupun elektonik;
f. menyelengarakan lokakarya, temu seniman, dan pengelolaan usaha kepariwisataan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia;
g. melakukan penyusunan bahan evaluasi dan laporan hasil pelaksanaan tugas Seksi Sumber Daya dan Penyuluhan;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 20
Seksi Pembinaan Masyarakat Pariwisata

(1) Seksi Pembinaan Masyarakat Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkiprah di bidang kebudayaan, kesenian, kepariwisataan, dan pembinaan masyarakar sadar wisata.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan Masyarakat Pariwisata menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pembinaan Masyarakat Pariwisata;
b. menyusun materi pembinaan masyarakat pariwisata;
c. melaksanakan pembinaan dan peningkatan Sadar Wisata bagi pengelola usaha industri pariwisata;
d. melaksanaan pembinaan Sadar Wisata bagi masyarakat di lingkungan obyek wisata;
e. melaksanakan pembentukan kelompok Sadar Wisata;
f. melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dan peran serta kelompok Sadar Wisata;
g. melaksanakan event-event kompetitif antar kelompok Sadar Wisata;
h. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 21
Seksi Pemberdayaan

(1) Seksi Pemberdayaan mempunyai tugas melakukan pemberdayaan bagi masyarakat yang berkiprah di bidang kebudayaan kesenian dan kepariwisataan sebagai upaya mendorong kemandirian lokal.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemberdayaan menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pemberdayaan;
b. menyusun program dan rencana kerja dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang berkiprah di bidang kebudayaan, kesenian, dan pariwisata;
c. menyusun bahan pedoman dan petunjuk teknis kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kebudayaan, kesenian, dan pariwisata;
d. melakukan inventarisasi terhadap kelompok-kelompok usaha pariwisata, seni dan budaya;
e. melakukan kegiatan pemberdayaan terhadap kelompok-kelompok usaha pariwisata, seni dan budaya;
f. menyusun bahan evaluasi dan laporan hasil pelaksanaan tugas Seksi Pemberdayaan;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya.


BAB III
TATA KERJA
Pasal 22

(1) Bagian Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
(2) Subbagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian Kesekretariatan.

Pasal 23

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut.

Pasal 24

Dalam hal Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya, maka Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian Kesekretariatan atau salah seorang Kepala Bidang untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 25

(1) Dengan berlakunya peraturan ini, maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

Pasal 26

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar.

 

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 13 Juli 2009

WALIKOTA MAKASSAR,


H. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN

Diundangkan di Makassar
pada tanggal 14 Juli 2009

SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR,

 

H. M. ANIS ZAKARIA KAMA

BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 35 TAHUN 2009

 
 
 

(12/25/13) Danny-Ical dilantik 8 Mei

Makassar,– Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny)-Syamsu Rizal (Ical) dipastikan dilantik dan diambil sumpahnya 8 Mei 2014. Pemkot Makassar telah ...
Read more...

(12/09/13) Ini 28 Calon Pemain PSM Makassar di ISL 2014

Makassar,- PSM Makassar tampaknya akan menjadi klub pertama yang paling siap untuk mengarungi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sebanyak 28 pemain telah resmi mengisi skuat tim Juku Eja di ISL...
Read more...

(11/22/13) Pengumuman Lelang Sederhana Material Lampu Jalan UPTD PJU (APBD Perubahan)

Pokja UPL / Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Tahun Anggaran 2013 akan melaksanakan Pelelangan Sederhana secara Elektronik (E-Procurement) untuk paket pekerjaan seba...
Read more...

(11/11/13) Kantor Baru DKP3 Diusulkan Rp3 Miliar

Makassar,- Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Makassar tidak lagi menumpang untuk melaksanakan program-program kegiatannya. Anggaran pembangunan kantornya akan dimasukkan ...
Read more...

(11/11/13) UMK Makassar Ditetapkan Hari ini

Makassar,- Upah Minimum Kota (UMK) Makassar 2014 ditetapkan besok (Hari ini) dalam rapat pleno di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar. "Rapat tripartite ini akan digelar bersama dengan dewan...
Read more...

(10/31/13) Bank Sampah Kian Diminati Warga

Makassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hal terse...
Read more...

(10/14/13) 10 Ribu Hewan Kurban Disiapkan di Makassar

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberikan hewan kurban di pelataran parkir masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (17/11). TEMPO/Kink Kusuma Rein M...
Read more...

(09/17/13) Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Makassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner...
Read more...

(09/17/13) 2.780 Polisi Amankan Pilwali Makassar

Makassar,- Sebanyak 2.780 polisi akan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Makassar hingga 20 September mendatang. Polisi ini akan mengantisipasi gejolak dampak dari Pilwali tersebut. Dari jum...
Read more...

(09/17/13) Pemkot Makassar Naikkan UMK Hingga 20 Persen

Makassar,-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menaikkan Upah Minimun Kota (UMK) untuk buruh di Kota Makassar, sekitar 10 hingga 20 persen, atau dari Rp 1,5 juta, naik hingga Rp 1.650.000 atau Rp 1,...
Read more...
 
 

Bank Sampah Kian Diminati Warga

Bank SampahMakassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal tersebut terlihat di Kelurahan Ballaparang RW 04, Minggu siang, 27 Oktober. Puluhan ibu rumah tangga (IRT) mengumpulkan sejumlah sampah anorganik yang diambil dari rumah mereka masing-masing.

Sampah yang didominasi botol minuman dan gelas bekas itu tertampung di sekitar posko Bank Sampah UKM Pelita Harapan di Jl.Pelita Raya IV. Salah seorang IRT, Ramlah, mengatakan,...

Baca selengkapnya ...

Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Ikrar Pilkada DamaiMakassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner KPU, anggota Panwaslu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja, Dandim 1408 BS Letkol Inf Firyawan, dan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta.

Ini merupakan ikrar kedua yang ditantangani. Ikrar dipasangi bingkai dan tertera...

Baca selengkapnya ...

Memahami Kembali Makna Idul Fitri

Memahami Kembali Makna Idul FitriKetika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi...

Baca selengkapnya ...

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H (2013)

Ramadhan“Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallahu lana walakum daaiman bijami'i khoir. Wal'awfu minkum”

Alhamdulillahirabbil alamin, Shalawat serta salam tercurah ke haribaan jungjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Umat Islam kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah Subhanahu Wata'ala dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan Ramadan juga disebut dengan "Syahrul Qur'an", bulan diturunkannya al-Qur'an yang merupakan lentera hidayah ketuhanan yang...

Baca selengkapnya ...

Makassar, Liburan Sempurna di Timur Indonesia

Mesjid Terapung MakassarMakassar,- Inilah destinasi liburan yang luar biasa di timur Indonesia. Pantai, pulau, gunung, kota, kuliner dan belanja, semua ada dan penuh pesona di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Ayo liburan ke Makassar, Karaeng!

Di kawasan Indonesia Timur, Makassar menjadi kota yang paling besar sekaligus penting, termasuk untuk berwisata. Jika Anda ingin menjelajah jauh di Indonesia, Makassar adalah titik yang sempurna untuk memulai hal tersebut.

Makassar bisa dijangkau dari Jakarta dengan pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang keren atau...

Baca selengkapnya ...

Lampu Jalan Anda Padam (Mati), Telepon Nomor Ini

Armada laston MercuryMakassar,- Jika lampu jalan dekat rumah Anda padam, tak perlu lagi khawatir. Cukup telepon call center UPTD Penerangan Jalan Umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Nomor telepon dapat dihubungi, 0411449340. Petugas call center membuka layanan selama 24 jam.

"Kalau mau cepat, bilang, saya anggota dewan. Cepat itu dilayani," sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M Ansar menjawab pertanyaan anggota dewan soal keluhan warga karena lampu jalan di dekat rumahnya padam. Petugas dikeluhkan karena telat memperbaikinya.

Baca selengkapnya ...

Imlek Tahun 2564, Makna Simbolik di Balik Perayaan Imlek

Meja persembahan Imlek di Dapur Babah Elite. (Dapur Babah Elite)Imlek adalah perwujudan syukur petani di Tiongkok atas hasil panen.
Tahun baru Imlek atau “Sintjia” sebentar lagi akan tiba. Bagi masyarakat Tiongkok ini adalah hari yang paling ditunggu. Begitu juga dengan komunitas China di Indonesia, untuk yang masih keturunan China asli atau peranakan. Mereka menyambut perayaan tahun baru ini yang sarat makna dan ritual.

Saat tahun baru, warna merah serentak mendominasi dekorasi setiap tempat. Mulai dari lampion, hiasan naga, barongsai, angpau,...

Baca selengkapnya ...

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awalmaulid-nabi Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan...

Baca selengkapnya ...

Memahami Makna Idul Adha

Idul AdhaBulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial.

Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas...

Baca selengkapnya ...

Akhir Pekan di Makassar, dari Kuliner Hingga Pulau Cantik

SamalonaMakassar,- Makassar di Sulawesi Selatan dapat menjadi destinasi akhir pekan Anda kali ini. Di sana terdapat destinasi wisata berupa pulau yang cantik hingga tempat-tempat bersejarah. Tak ketinggalan, kulinernya sangat lezat!

Sulawesi menyimpan banyak wisata menarik untuk traveler. Di Ibukota Sulawesi Selatan, Makassar, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pulau cantik dengan pasir putih, dan juga kulinernya yang terkenal lezat. Berakhir pekan di Makassar sangat menyenangkan.

Dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dikunjungi detikTravel, Jumat (31/8/2012), terdapat banyak destinasi wisata untuk traveler...

Baca selengkapnya ...

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Marhaban Ya RamadhanBulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti – nanti. bagi orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :
"Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu"

Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam...

Baca selengkapnya ...

Senja di Fort Rotterdam Makassar

Sunset view dari fort rotterdam MakassarMakassar,- Senja menyorot di pesisir pantai membuat Fort Rotterdam yang terletak di tengah Kota Makassar yang menghadap ke laut menjadi tempat santai dan berpose.

Di lokasi saksi bisu sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin itu, setiap hari, ratusan hingga ribuan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegera.

Segudang ilmu dan pengalaman bisa dibawa dari benteng yang berbentuk seperti penyu itu. Selain mengunjungi dua musium, I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya yang berada di dalam benteng, pengunjung pun bisa melihat tempat...

Baca selengkapnya ...

Pesona Spermonde, Surga Bagi Penyelam

Eksotisme Pulau Kapoposang, Segitiga Emas Terumbu Karang
spermonde pulau kapoposangBila Anda pelancong, tak lengkap rasanya kalau tidak ke Pulau Kapoposang. Pulau yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat, ini merupakan surge bagi diver (penyelam).
 
Untuk memperkenalkan deretan kawasan Spermonde atau gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar yang eksotis dengan pemandangan bawah lautnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel menggelar Press Tour & Marine Excursion di Kepulauan Spermonde, Jumat-Minggu, 18-20 Mei.

Baca selengkapnya ...

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...
 
Pengunjung Online
Ada 32 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
Content View Hits : 2608501
 
Pengunjung Online
Ada 32 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?