profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN KOTA MAKASSAR
Rabu, 29 Juni 2011 00:00


WALIKOTA MAKASSAR

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR
NOMOR 38 TAHUN 2009

TENTANG

URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL
PADA DINAS PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN KOTA MAKASSAR

WALIKOTA MAKASSAR,



Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Kebersihan;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar.

Mengingat

:

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 1822);
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43  Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890;
  3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
  4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batas-batas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten  Gowa, Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
  10. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009);
  11. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor  3  Tahun  2009).

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN KOTA MAKASSAR.


BAB I
KETENTUAN UMUM


Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan :
(1) Kota adalah Kota Makassar.
(2) Walikota adalah Walikota Makassar.
(3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar.
(4) Dinas Pertamanan dan Kebersihan adalah Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(5) Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(6) Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(7) Bidang adalah Bidang pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(8) Seksi adalah Seksi pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(9) Subbagian adalah Subbagian pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(10) Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.

 

BAB II
URAIAN TUGAS

Pasal 2
Sekretariat

(1) Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi :
a. pengelolaan kesekretariatan;
b. pelaksanaan urusan kepegawaian dinas;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD;
d. pelaksanaan urusan perlengkapan;
e. pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga;
f. pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Pertamanan dan Kebersihan;
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 3
Subbagian Umum dan Kepegawaian

(1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
b. mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat, kearsipan, surat perjalanan dinas, mendistribusikan surat sesuai bidang ;
c. melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas;
d. melaksanakan usul kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun;
e. melaksanakan usul gaji berkala, usul tugas belajar dan izin belajar;
f. menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas;
g. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian, pelayanan, organisasi dan ketatalaksanaan;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar;
j. melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing-masing;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 4
Subbagian Keuangan

(1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis keuangan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan;
b. mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah;
c. mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekretariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas;
d. menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas;
e. mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masing-masing satuan kerja;
f. menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Subbagian Perlengkapan;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 5
Subbagian Perlengkapan

(1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis perlengkapan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan;
b. menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU);
c. meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Pertamanan dan Kebersihan;
d. membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB);
e. membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU);
f. menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD;
g. menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Pertamanan dan Kebersihan;
h. melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 6
Bidang Pertamanan

(1) Bidang Pertamanan mempunyai tugas melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan taman, tata keindahan taman (dekorasi) kota serta pembibitan dan pengembangan tanaman.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pertamanan menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
b. penyiapan perumusan kebijaksanan umum dan teknis pembangunan, pemeliharaan taman dan tata keindahan (dekorasi) kota, pembibitan dan pengembangan tanaman;
c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pembangunan dan pemeliharaan di bidang pertamanan, dan tata keindahan (dekorasi) luar dan dalam ruang, pembibitan dan pengembangan tanaman;
d. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pembangunan dan pemeliharaan taman, serta penataan keindahan;
e. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pembibitan dan pengadaan tanaman hias dan pohon pelindung yang siap ditanam;
f. pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 7
Seksi Pembangunan Taman

(1) Seksi Pembangunan Taman mempunyai tugas melaksanakan pembangunan, penataan dan pengembangan fungsi-fungsi taman kota.
(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembangunan Taman menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pembangunan Taman;
b. penyiapan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan dan penataan taman-taman kota;
c. penyiapan program kegiatan pengembangan fungsi dan pengakserasian taman-taman kota;
d. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pembangunan dan pengembangan taman-taman kota;
e. pelaksanaan dan pengkoordinasian pembangunan dan pengembangan taman-taman kota;
f. pelaksanaan kerjasama pembangunan dan pemanfaatan fungsi taman-taman kota;
g. penyiapan dan pelaksanaan tata keindahan (dekorasi) meliputi pemasangan umbul-umbul dan atau sejenisnya, pembuatan astifisial, rekayasa taman dan ornamen-ornamen keindahan kota, penataan keindahan dan atau dekorasi baik di luar maupun di dalam ruangan dalam rangka hari-hari besar Nasional, Daerah, Keagamaan, acara-acara seremoni Kenegaraan dan Daerah;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 8
Seksi Pemeliharaan Taman

(1) Seksi Pemeliharaan Taman mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan taman kota, pengawasan dan pengendalian tata keindahan (dekorasi) kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemeliharaan Taman menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pemeliharaan Taman;
b. penyiapan dan pelaksanaan program kegiatan pemeliharaan dan pengawasan taman kota;
c. penyiapan program pelaksanaan kegiatan pengembangan pertamanan dan tata keindahan (dekorasi) kota;
d. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pelaksanaan pertamanan dan tata keindahan (dekorasi) kota;
e. pelaksanaan pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana taman;
f. melakukan kegiatan pembersihan dan perapihan taman berupa penyapuan, pembabatan rumput, pemangkasan taman, penyiangan, penyisipan, penggantian tanaman atau peremajaan tanaman;
g. melakukan penyiraman tanaman dan pemupukan secara rutin/berkala dan teratur;
h. pelaksanaan kerjasama pengelolaan ruang terbuka hijau dan tata keindahan (dekorasi) kota;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 9
Seksi Pembibitan

(1) Seksi Pembibitan mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan pembibitan dan pengembangan tanaman hias dan pohon pelindung yang siap ditanam.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembibitan menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pembibitan;
b. penyiapan dan pelaksanaan program kegiatan pembibitan tanaman hias dan pohon pelindung;
c. penyiapan program penataan ruang-ruang pembibitan dan pengembangan tanaman, baik tanaman hias maupun pohon-pohon penghijauan;
d. melakukan pencatatan dan pelaporan atas jumlah produksi, jenis tanaman serta pencatatan dan pelaporan atas permintaan dan distribusi tanaman;
e. melakukan pengembangan bibit tanaman hias maupun pohon-pohon penghijauan;
f. penyiapan bibit tanaman hias dan pohon pelindung yang siap tanam;
g. pelaksanaan pengkoordinasian pengelolaan dan pengembangan pembibitan tanaman hias dan pohon penghijauan;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 10
Bidang Penghijauan Kota

(1) Bidang Penghijauan Kota mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan kawasan penghijauan kota, serta melaksanakan pengawasan dan pengusutan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penghijauan Kota menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
b. penetapan peraturan daerah bidang penataan Ruang Terbuka Hijau Kota;
c. perencanaan kebutuhan dan teknik pengelolaan/pembangunan, penghijauan dan tata kendahan (dekorasi) kota pada kawasan dan jalur hijau kota;
d. perumusan standar pelaksanaan umum dan teknis pembangunan, pemeliharaan kawasan dan jalur hijau kota, dan tata keindahan (dekorasi) kota;
e. penyusunan bahan evaluasi penghijauan kota meliputi pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan pada kawasan dan jalur penghijauan kota serta kegiatan pengawasan dan pengusutan;
f. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pengawasan dan pengusutan di bidang penghijauan kota;
g. pelaksanaan pengawasan, monitoring dan pengelolaan kerjasama pengembangan kawasan ruang terbuka hijau;
h. pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 11
Seksi Pembangunan Kawasan Hijau

(1) Seksi Pembangunan Kawasan Hijau mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembangunan, pengembangan dan evaluasi pengelolaan kawasan penghijauan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembangunan Kawasan Hijau menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pembangunan Kawasan Hijau;
b. perencanaan kebutuhan dan teknik pengelolaan/pembangunan, penghijauan dan tata keindahan (dekorasi) kota pada kawasan dan jalur hijau kota;
c. pelaksanaan pendataan dan penyajian informasi tentang kawasan ruang terbuka hijau kota dalam rangka perumusan perencanaan, pelaksanaan, pembangunan dan pengembangan kawasan hijau kota;
d. merencanakan dan melaksanakan penghijauan kota, melakukan koordinasi dan memfasilitasi pelaksanaan penanaman tanaman penghijauan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang dilakukan oleh masyarakat;
e. pelaksanaan dan pengkoordinasian dengan instansi terkait terhadap penempatan atau pemasangan iklan/reklame atau aksesoris lainnya pada area atau kawasan hijau kota, baik yang dilaksanakan oleh biro advertising maupun penyelenggara lainnya;
f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan penghijauan yang meliputi pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanaman tanaman penghijauan serta pembinaan partisipasi masyarakat;
g. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pengawasan dan pengusutan di bidang penghijauan kota;
h. pelaksanaan pengawasan, monitoring dan pengelolaan kerjasama pengembangan kawasan ruang terbuka hijau;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan bidang kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 12
Seksi Pemeliharaan Kawasan Hijau

(1) Seksi Pemeliharaan Kawasan Hijau mempunyai tugas melaksanakan pemeliharan, pembinaan dan sosialisasi, partisipasi dan kerjasama pengelolaan kawasan penghijauan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemeliharaan Kawasan Hijau menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pemeliharaan Kawasan Hijau;
b. melaksanakan pemeliharaan kawasan dan jalur penghijauan, dan tata keindahan kota;
c. memfasilitasi, mengakomodasi peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kawasan penghijauan kota;
d. melaksanakan kerjasama dalam bidang pembinaan kawasan penghijauan kota bersama dengan instansi terkait untuk pemeliharaan dan pengelolaan kawasan penghijauan kota;
e. melakukan pemangkasan, perapihan dan penebangan pohon pada kawasan dan jalur hijau kota berdasarkan analisis dan pertimbangan, untuk kepentingan rasa aman, ekologis dan estetika kota;
f. menyiapkan bahan laporan hasil pelaksanaan kegiatan, pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau dan tata keindahan kota;
g. melaksanakan bahan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dalam bidang penghijauan kota;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 13
Seksi Pengawasan dan Pengusutan

(1) Seksi Pengawasan dan Pengusutan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pengusutan terhadap kegiatan yang diduga terdapat perbuatan melanggar hukum atas tindakan terhadap keselamatan kawasan dan jalur penghijauan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengawasan dan Pengusutan menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pengawasan dan Pengusutan;
b. melaksanakan inventarisasi Kawasan Ruang Terbuka Hijau yang merupakan kawasan dalam pengawasan dan pembinaan areal penghijauan yang berada dalam wilayah Kota Makassar;
c. menyusun perencanaan dan pedoman tindak lanjut terhadap pengawasan dan pengusutan atas pelanggaran terhadap keselamatan kawasan penghijauan;
d. melaksanakan pengawasan, pemantauan dan monitoring terhadap kawasan dan jalur hijau binaan serta melaksanakan koordinasi instansi terkait untuk bahan pengusutan atas adanya dugaan gangguan dan atau pelanggaran atas kawasan penghijauan kota;
e. menyusun dan menetapkan standar pelayanan publik untuk pemberian izin pemangkasan dan izin penebangan pohon pelindung;
f. mengeluarkan rekomendasi untuk pemangkasan dan penebangan pohon;
g. mendorong, memfasilitasi, dan memediasi peran serta dan tanggung jawab masyarakat dalam memenuhi kewajiban dan keikutsertaan terhadap penyediaan lahan/persil dalam rangka pengembangan kawasan hijau kota sebagaimana diatur dalam ketentuan dan peraturan yang berlaku;
h. melaksanakan kerjasama dengan lembaga-lembaga masyarakat, lembaga keagamaan dan lembaga sosial lainnya dalam rangka mengapreasiasi tugas pengawasan dan pengendalian Ruang Terbuka Hijau;
j. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 14
Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota

(1) Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan masyarakat, pengembangan partisipasi masyarakat, penyuluhan/pembinaan dan penyadaran masyarakat dalam bidang teknik Pengelolaan Kebersihan/Persampahan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis kelembagaan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan peran serta masyarakat kegiatan-kegiatan penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota;
d. penyiapan bahan bimbingan teknis, penyuluhan, sosialisasi kebijakan penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota;
e. mengembangkan lokasi-lokasi percontohan peran serta masyarakat dalam kegiatan kebersihan/persampahan serta mempromosikan program kegiatan 3 R; kegiatan persampahan (pengelolaan daur ulang) yang berorientasi peningkatan sumber daya manusia, lingkungan dan ekonomi;
f. pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 15
Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat

(1) Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/ persampahan.
(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat;
b. membina dan mengembangkan fungsi kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
c. penyiapan bahan kebijakan umum dan teknis pengelolaan lembaga masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan;
d. membimbing pemberdayaan lembaga masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
e. mengembangkan potensi kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
f. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
g. melaksanakan bidang kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 16
Seksi Pengembangan Partisipasi

(1) Seksi Pengembangan Partisipasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan kebersihan /persampahan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengembangan Partisipasi menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pengembangan Partisipasi;
b. membina dan mengembangkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
c. penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan partisipasi masyarakat dalam inovasi kreasi teknologi pengelolaan kebersihan/persampahan;
d. membimbing pengembangan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
e. mengembangkan potensi/sumber daya kreatifitas masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
f. pelaksanaan kerjasama pengembangan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 17
Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Teknik

(1) Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Teknik mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/ persampahan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Teknik menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Penyuluhan dan Pembinaan Teknik;
b. penyiapan bahan bimbingan teknis, penyuluhan, sosialisasi kebijakan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
c. melaksanakan pembinaan dan pelatihan teknik pengelolaan bagi penyelenggara kegiatan kebersihan/persampahan kota;
d. melaksanakan pembuatan dan pemasangan papan himbauan/baliho, brosur, leafpleat, booklet dokumen promosi bahan pameran dalam penyelenggaraan kegiatan kebersihan/persampahan kota;
e. melaksanakan kampanye penyadaran dan motivasi pelaksanaan kegiatan dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
f. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 18
Bidang Penataan Kebersihan Kota

(1) Bidang Penataan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan teknik pengelolaan kebersihan kota, melaksanakan monitoring dan evaluasi Kebersihan Kota dan pemeliharaan peralatan dan alat berat.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penataan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
b. penyiapan bahan/data perencanaan dan perumusan teknik pengembangan penyelenggaraan Bidang Penataan Kebersihan Kota;
c. penyelenggaraan pengelolaan persampahan meliputi pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan sampah dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA);
d. melaksanakan penataan sistem dan mekanisme pembersihan jalan, pengelolaan TPS/Kontainer dan penataan zona/blok/jalur pelayanan pengangkutan sampah;
e. penyiapan bahan perumusan standar pelayanan penyelenggaraan Bidang Penataan Kebersihan Kota;
f. penyiapan bahan perumusan kebutuhan sarana dan prasarana penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
g. melaksanakan penelitian/kajian, observasi pengembangan sistem pengelolaan kebersihan/persampahan;
h. melaksanakan monitoring dan evaluasi sistem pelaksanaan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
i. melaksanakan pemeliharaan peralatan dan alat berat;
j. pengelolaan administrasi urusan tertentu.

Pasal 19
Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Kebersihan Kota

(1) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan penelitian/kajian, pengembangan sistem dan teknologi pengelolaan dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Kebersihan Kota;
b. melaksanakan kajian dan perencanaan dan perumusan pengembangan teknik penyelenggaraan pengelolaan kebersihan/persampahan kota;
c. melaksanakan perumusan standar pelayanan penyelenggaraan kebersihan/ persampahan kota;
d. melaksanakan penelitian/kajian pengembangan sistem dan teknologi pengelolaan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
e. melaksanakan pengumpulan sampah, pengangkutan sampah meliputi pembersihan/penyapuan jalan, pengelolaan TPS/Kontainer dan pengangkutan sampah dari sumber ke TPA;
f. melaksanakan pengembangan sistem pengelolaan kebersihan/ persampahan kota;
g. menyiapkan bahan/data sistem dan teknik pelaksanaan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
h. penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis rencana dan program pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA);
i. melaksanakan pengangkutan sampah langganan, sampah umum dan sampah galian dan pengangkutan hasil dan semua sampah sampah-sampah dalam arti luas;
j. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 20
Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota

(1) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota;
b. melaksanakan monitoring, evaluasi penyelenggaraan bidang pengelolaan kebersihan/persampahan kota;
c. melaksanakan evaluasi sistem pengelolaan penyelenggaraan kebersihan/ persampahan kota;
d. mempersiapkan bahan/data hasil evaluasi sistem pengelolaan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota;
e. melaksanakan koordinasi pemberian sanksi pelanggaran dan pemberian penghargaan terhadap sistem pengelolaan kebersihan/persampahan kota;
f. melaksanakan penertiban kebersihan/persampahan kota;
g. mempersiapkan bahan/data dan petunjuk penyelenggaraan lomba-lomba kebersihan baik tingkat kecamatan maupun tingkat kota;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 21
Seksi Pemeliharaan Peralatan dan Alat Berat

(1) Seksi Pemeliharaan Peralatan dan Alat Berat mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan dan pengendalian alat/peralatan dan alat berat.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemeliharaan Peralatan dan Alat Berat menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pemeliharaan Peralatan dan Alat Berat;
b. melaksanakan pemeliharaan peralatan/sarana pengelolaan persampahan, pertamanan/penghijauan, tata keindahan (dekorasi) kota, peralatan pengelolaan pemakaman, pengelolaan TPA;
c. melaksanakan pemeliharaan peralatan penggunaan alat berat;
d. mempersiapkan alat berat untuk kebutuhan penyelenggaraan kebersihan/ persampahan kota;
e. melaksanakan koordinasi pihak terkait dalam hal pengelolaan peralatan dan alat berat;
f. melaksanakan penertiban/penataan administrasi pengelolaan pemeliharaan/ pengendalian alat dan alat berat;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.


BAB III
TATA KERJA
Pasal 22

(1) Bagian Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
(2) Subbagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian Kesekretariatan.

Pasal 23

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut

Pasal 24

Dalam hal Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya, maka Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian Kesekretariatan atau salah seorang Kepala Bidang untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 25

(1) Dengan berlakunya peraturan ini, maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

Pasal 26

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar.

 

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 13 Juli 2009

WALIKOTA MAKASSAR,


H. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN

Diundangkan di Makassar
pada tanggal 14 Juli 2009

SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR,

 

H. M. ANIS ZAKARIA KAMA

BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 38 TAHUN 2009

 
 
 

(12/25/13) Danny-Ical dilantik 8 Mei

Makassar,– Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny)-Syamsu Rizal (Ical) dipastikan dilantik dan diambil sumpahnya 8 Mei 2014. Pemkot Makassar telah ...
Read more...

(12/09/13) Ini 28 Calon Pemain PSM Makassar di ISL 2014

Makassar,- PSM Makassar tampaknya akan menjadi klub pertama yang paling siap untuk mengarungi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sebanyak 28 pemain telah resmi mengisi skuat tim Juku Eja di ISL...
Read more...

(11/22/13) Pengumuman Lelang Sederhana Material Lampu Jalan UPTD PJU (APBD Perubahan)

Pokja UPL / Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Tahun Anggaran 2013 akan melaksanakan Pelelangan Sederhana secara Elektronik (E-Procurement) untuk paket pekerjaan seba...
Read more...

(11/11/13) Kantor Baru DKP3 Diusulkan Rp3 Miliar

Makassar,- Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Makassar tidak lagi menumpang untuk melaksanakan program-program kegiatannya. Anggaran pembangunan kantornya akan dimasukkan ...
Read more...

(11/11/13) UMK Makassar Ditetapkan Hari ini

Makassar,- Upah Minimum Kota (UMK) Makassar 2014 ditetapkan besok (Hari ini) dalam rapat pleno di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar. "Rapat tripartite ini akan digelar bersama dengan dewan...
Read more...

(10/31/13) Bank Sampah Kian Diminati Warga

Makassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hal terse...
Read more...

(10/14/13) 10 Ribu Hewan Kurban Disiapkan di Makassar

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberikan hewan kurban di pelataran parkir masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (17/11). TEMPO/Kink Kusuma Rein M...
Read more...

(09/17/13) Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Makassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner...
Read more...

(09/17/13) 2.780 Polisi Amankan Pilwali Makassar

Makassar,- Sebanyak 2.780 polisi akan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Makassar hingga 20 September mendatang. Polisi ini akan mengantisipasi gejolak dampak dari Pilwali tersebut. Dari jum...
Read more...

(09/17/13) Pemkot Makassar Naikkan UMK Hingga 20 Persen

Makassar,-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menaikkan Upah Minimun Kota (UMK) untuk buruh di Kota Makassar, sekitar 10 hingga 20 persen, atau dari Rp 1,5 juta, naik hingga Rp 1.650.000 atau Rp 1,...
Read more...
 
 

Bank Sampah Kian Diminati Warga

Bank SampahMakassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal tersebut terlihat di Kelurahan Ballaparang RW 04, Minggu siang, 27 Oktober. Puluhan ibu rumah tangga (IRT) mengumpulkan sejumlah sampah anorganik yang diambil dari rumah mereka masing-masing.

Sampah yang didominasi botol minuman dan gelas bekas itu tertampung di sekitar posko Bank Sampah UKM Pelita Harapan di Jl.Pelita Raya IV. Salah seorang IRT, Ramlah, mengatakan,...

Baca selengkapnya ...

Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Ikrar Pilkada DamaiMakassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner KPU, anggota Panwaslu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja, Dandim 1408 BS Letkol Inf Firyawan, dan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta.

Ini merupakan ikrar kedua yang ditantangani. Ikrar dipasangi bingkai dan tertera...

Baca selengkapnya ...

Memahami Kembali Makna Idul Fitri

Memahami Kembali Makna Idul FitriKetika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi...

Baca selengkapnya ...

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H (2013)

Ramadhan“Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallahu lana walakum daaiman bijami'i khoir. Wal'awfu minkum”

Alhamdulillahirabbil alamin, Shalawat serta salam tercurah ke haribaan jungjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Umat Islam kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah Subhanahu Wata'ala dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan Ramadan juga disebut dengan "Syahrul Qur'an", bulan diturunkannya al-Qur'an yang merupakan lentera hidayah ketuhanan yang...

Baca selengkapnya ...

Makassar, Liburan Sempurna di Timur Indonesia

Mesjid Terapung MakassarMakassar,- Inilah destinasi liburan yang luar biasa di timur Indonesia. Pantai, pulau, gunung, kota, kuliner dan belanja, semua ada dan penuh pesona di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Ayo liburan ke Makassar, Karaeng!

Di kawasan Indonesia Timur, Makassar menjadi kota yang paling besar sekaligus penting, termasuk untuk berwisata. Jika Anda ingin menjelajah jauh di Indonesia, Makassar adalah titik yang sempurna untuk memulai hal tersebut.

Makassar bisa dijangkau dari Jakarta dengan pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang keren atau...

Baca selengkapnya ...

Lampu Jalan Anda Padam (Mati), Telepon Nomor Ini

Armada laston MercuryMakassar,- Jika lampu jalan dekat rumah Anda padam, tak perlu lagi khawatir. Cukup telepon call center UPTD Penerangan Jalan Umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Nomor telepon dapat dihubungi, 0411449340. Petugas call center membuka layanan selama 24 jam.

"Kalau mau cepat, bilang, saya anggota dewan. Cepat itu dilayani," sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M Ansar menjawab pertanyaan anggota dewan soal keluhan warga karena lampu jalan di dekat rumahnya padam. Petugas dikeluhkan karena telat memperbaikinya.

Baca selengkapnya ...

Imlek Tahun 2564, Makna Simbolik di Balik Perayaan Imlek

Meja persembahan Imlek di Dapur Babah Elite. (Dapur Babah Elite)Imlek adalah perwujudan syukur petani di Tiongkok atas hasil panen.
Tahun baru Imlek atau “Sintjia” sebentar lagi akan tiba. Bagi masyarakat Tiongkok ini adalah hari yang paling ditunggu. Begitu juga dengan komunitas China di Indonesia, untuk yang masih keturunan China asli atau peranakan. Mereka menyambut perayaan tahun baru ini yang sarat makna dan ritual.

Saat tahun baru, warna merah serentak mendominasi dekorasi setiap tempat. Mulai dari lampion, hiasan naga, barongsai, angpau,...

Baca selengkapnya ...

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awalmaulid-nabi Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan...

Baca selengkapnya ...

Memahami Makna Idul Adha

Idul AdhaBulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial.

Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas...

Baca selengkapnya ...

Akhir Pekan di Makassar, dari Kuliner Hingga Pulau Cantik

SamalonaMakassar,- Makassar di Sulawesi Selatan dapat menjadi destinasi akhir pekan Anda kali ini. Di sana terdapat destinasi wisata berupa pulau yang cantik hingga tempat-tempat bersejarah. Tak ketinggalan, kulinernya sangat lezat!

Sulawesi menyimpan banyak wisata menarik untuk traveler. Di Ibukota Sulawesi Selatan, Makassar, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pulau cantik dengan pasir putih, dan juga kulinernya yang terkenal lezat. Berakhir pekan di Makassar sangat menyenangkan.

Dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dikunjungi detikTravel, Jumat (31/8/2012), terdapat banyak destinasi wisata untuk traveler...

Baca selengkapnya ...

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Marhaban Ya RamadhanBulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti – nanti. bagi orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :
"Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu"

Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam...

Baca selengkapnya ...

Senja di Fort Rotterdam Makassar

Sunset view dari fort rotterdam MakassarMakassar,- Senja menyorot di pesisir pantai membuat Fort Rotterdam yang terletak di tengah Kota Makassar yang menghadap ke laut menjadi tempat santai dan berpose.

Di lokasi saksi bisu sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin itu, setiap hari, ratusan hingga ribuan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegera.

Segudang ilmu dan pengalaman bisa dibawa dari benteng yang berbentuk seperti penyu itu. Selain mengunjungi dua musium, I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya yang berada di dalam benteng, pengunjung pun bisa melihat tempat...

Baca selengkapnya ...

Pesona Spermonde, Surga Bagi Penyelam

Eksotisme Pulau Kapoposang, Segitiga Emas Terumbu Karang
spermonde pulau kapoposangBila Anda pelancong, tak lengkap rasanya kalau tidak ke Pulau Kapoposang. Pulau yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat, ini merupakan surge bagi diver (penyelam).
 
Untuk memperkenalkan deretan kawasan Spermonde atau gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar yang eksotis dengan pemandangan bawah lautnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel menggelar Press Tour & Marine Excursion di Kepulauan Spermonde, Jumat-Minggu, 18-20 Mei.

Baca selengkapnya ...

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...
 
Pengunjung Online
Ada 21 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
Content View Hits : 2608223
 
Pengunjung Online
Ada 21 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?