profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
Rabu, 29 Juni 2011 00:00


WALIKOTA MAKASSAR

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR
NOMOR 32 TAHUN 2009

TENTANG

URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL
PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR

WALIKOTA MAKASSAR,



Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Perhubungan;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar.

Mengingat

:

  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara  Republik Indonesia Nomor 1822);
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43  Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890;
  3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
  4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batas-batas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten  Gowa, Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
  10. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009);
  11. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor  3  Tahun  2009).

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR.


BAB I
KETENTUAN UMUM


Pasal 1


Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan :
(1) Kota adalah Kota Makassar.
(2) Walikota adalah Walikota Makassar.
(3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar.
(4) Dinas Perhubungan adalah Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(5) Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(6) Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(7) Bidang adalah Bidang pada Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(8) Seksi adalah Seksi pada Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(9) Subbagian adalah Subbagian pada Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(10) Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD pada Dinas Perhubungan Kota Makassar.

 

BAB II
URAIAN TUGAS

Pasal 2
Sekretariat

(1) Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Makassar.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi :
a. pengelolaan kesekretariatan;
b. pelaksanaan urusan kepegawaian dinas;
c. pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD;
d. pelaksanaan urusan perlengkapan;
e. pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga;
f. pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Perhubungan;
g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 3
Subbagian Umum dan Kepegawaian

(1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis kesekretariatan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
b. mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat, kearsipan, surat perjalanan dinas, mendistribusikan surat sesuai bidang;
c. melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas;
d. melaksanakan usul kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun;
e. melaksanakan usul gaji berkala, usul tugas belajar dan izin belajar;
f. menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas;
g. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian, pelayanan, organisasi dan ketatalaksanaan;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar;
j. melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing-masing;
k. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 4
Subbagian Keuangan

(1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis keuangan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan;
b. mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah;
c. mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekreatariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas;
d. menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas;
e. mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masing-masing satuan kerja;
f. menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Subbagian Perlengkapan;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 5
Subbagian Perlengkapan

(1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis perlengkapan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan;
b. menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU);
c. meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Perhubungan;
d. membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB);
e. membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU);
f. menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD;
g. menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Perhubungan;
h. melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah;
i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 6
Bidang Lalu Lintas Jalan

(1) Bidang Lalu Lintas mempunyai tugas menyiapkan pembinaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan kota, jalan propinsi dan nasional yang berada di kota Makassar serta pemeliharaan prasarana lalu lintas yang ada di Kota Makassar, melakukan kajian lalu lintas terhadap suatu pengembangan kawasan Kota Makassar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas di jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar;
b. menyiapkan perencanaan pengadaan, penempatan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan lainnya di jalan Kota Makassar, jalan provinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar;
c. menyiapkan perencanaan pemeliharaan prasarana lalu lintas dan fasilitas perlengkapan jalan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. mengelola administrasi urusan tertentu;

Pasal 7
Seksi Manajemen Lalu Lintas

(1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas jalan jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Manajemen Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja Seksi Manajemen Lalu Lintas;
b. menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan (RUJTJ);
c. menyusun data kegiatan lomba tertib lalu lintas (Wahana Tata Nugraha);
d. menyusun tataran transportasi lokal (TATRALOK);
e. merencanakan, merumuskan dan melakukan koordinasi lalu lintas sektor kajian manajemen lalu lintas meliputi kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas setiap ruas jalan dan persimpangan di Kota Makassar;
f. memberikan rekomendasi analisis dampak lalu lintas (ANDALALIN);
g. melakukan survei lalu lintas jalan dalam Kota Makassar;
h. melakukan survei kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan;
i. melakukan pengolahan dan analisa kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan;
j. menyiapkan perencanaan kebutuhan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan di Kota Makassar;
k. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
l. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 8
Seksi Rekayasa Lalu Lintas

(1) Seksi Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas menyiapkan perencanaan pengadaan, penempatan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, serta fasilitas perlengkapan jalan lainnya di jalan Kota Makassar, jalan propinsi dan jalan nasional yang berada dalam Kota Makassar.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Rekayasa Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Rekayasa Lalu Lintas;
b. menentukan titik lokasi dan penempatan rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas perlengkapan jalan lainnya;
c. melakukan pengadaan dan pemasangan kebutuhan rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas perlengkapan jalan lainnya;
d. menyiapkan desain ruas jalan dan persimpangan jalan jalan di Kota Makassar;
e. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik serta pengendalian halte;
f. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik serta pengendalian jembatan penyeberangan;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 9
Seksi Prasarana Lalu Lintas

(1) Seksi Prasarana Lalu Lintas mempunyai tugas menyiapkan perencanaan pemeliharaan prasarana lalu lintas dan fasilitas perlengkapan jalan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Prasarana Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Prasarana Lalu Lintas;
b. menyusun rencana kegiatan pemeliharaan rambu-rambu lalu lintas;
c. menyusun rencana kegiatan pemeliharaan marka jalan;
d. menyusun rencana kegiatan pemeliharaan alat pemberi isyarat lalu lintas;
e. menyusun rencana kegiatan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan;
f. menyusun rencana kegiatan pemeliharaan lampu penerangan jalan;
g. melakukan kegiatan pemeliharaan rambu-rambu lalu lintas;
h. melakukan kegiatan pemeliharaan marka jalan;
i. melakukan kegiatan pemeliharaan alat pemberi isyarat lalu lintas;
j. melakukan kegiatan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan;
k. melakukan kegiatan pemeliharaan lampu penerangan jalan;
l. melakukan pemeliharaan fisik serta pengendalian halte;
m. melakukan pemeliharaan fisik serta pengendalian jembatan penyeberangan;
n. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
o. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 10
Bidang Angkutan

(1) Bidang Angkutan mempunyai tugas melakukan pengelolaan angkutan orang, angkutan barang, angkutan orang bersifat khusus, angkutan barang bersifat khusus, dan angkutan laut yang seluruhnya berada di dalam wilayah Kota Makassar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Angkutan menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan orang, tarif angkutan dan pengawasan penyelenggaraan pengangkutan orang;
b. menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan barang dan pengawasan pengangkutan barang;
c. menyiapkan pemberian bimbingan, perizinan angkutan laut, tarif angkutan laut.
d. mengelola administrasi urusan tertentu.

Pasal 11
Seksi Angkutan Orang

(1) Seksi Angkutan Orang mempunyai tugas menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan orang, tarif angkutan dan pengawasan penyelenggaraan pengangkutan orang.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Angkutan Orang menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Orang;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pelayanan angkutan orang dan angkutan orang bersifat khusus;
c. menyusun jaringan trayek angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
d. menyusun kebutuhan angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
e. melakukan evaluasi kinerja angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
f. menyusun tarif angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar;
g. menyiapkan registrasi ijin trayek angkutan kota;
h. menyiapkan registrasi perizinan angkutan khusus;
i. menyiapkan registrasi kartu pengawasan angkutan kota;
j. menyiapkan registrasi kartu pengawasan angkutan khusus;
k. menyiapkan registrasi izin usaha angkutan;
l. menyiapkan registrasi izin insidentil angkutan orang;
m. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
n. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
o. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 12
Seksi Angkutan Barang

(1) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas menyiapkan pemberian bimbingan, ijin pengangkutan barang dan pengawasan pengangkutan barang.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Angkutan Barang menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Barang;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pelayanan angkutan barang, angkutan barang bersifat khusus;
c. menyusun jaringan lintas angkutan barang dalam wilayah Kota Makassar;
d. menyiapkan registrasi izin dispensasi angkutan barang;
e. menyiapkan registrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB);
f. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 13
Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan,
Sungai dan Kepelabuhanan

(1) Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan serta operasional kegiatan Angkutan Laut, Kepelabuhanan dan Penunjang Keselamatan Pelayanan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis kegiatan operasional Seksi Angkutan Laut, Penyeberangan, Sungai dan Kepelabuhanan;
c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan kegiatan operasional kepelabuhanan, lalu lintas laut dan sarana pelayaran;
d. penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan pengendalian dan pelaksanaan pengawasan kegiatan penunjang keselamatan penumpang;
e. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pengembangan dan pengelolaan perizinan-perizinan angkutan perhubungan laut berdasarkan kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f. penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pelaksanaan rekomendasi teknis Kepelabuhanan dan tarif Angkutan Laut berdasarkan kewenangan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
g. penyiapan bahan Bimbingan dan Pengendalian Teknis Pengumpulan, pengelolaan dan Penyajian dan informasi Perhubungan Laut;
h. pelaksanaan pelayanan Perizinan Angkutan Laut meliputi Pas Kecil (Izin Berlayar), Izin Registrasi Tanda Selar dan Izin Kelaikan (Sertifikat Kesempurnaan);
i. penyampaian Rekapitulasi dan pelaporan berkala, realisasi penerimaan sesuai Surat Tanda Setoran (STS) kepada Bagian Tata Usaha Dinas;
j. pelaksanaan kajian teknis di bidang Pembinaan Perizinan Angkutan Keselamatan Pelayaran;
k. penyusunan dan penyiapan kajian non teknis terhadap evaluasi jaringan pelayaran meliputi nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) serta penetapan tarif;
l. penyiapan Data/bahan perumusan kebijakan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (Intensifikasi/Ekstensifikasi) melalui perubahan peraturan daerah dan pembuatan peraturan daerah baru;
m. penyusunan dan penyiapan pelayanan jasa kepelabuhanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelabuhan;
n. pemberian layanan teknis kepelabuhanan sesuai kewenangan daerah dan standar pelayanan di sektor perhubungan laut;
o. penyelenggaraan kegiatan pengawasan dan pengendalian aktivitas penggunaan di dalam daerah lingkungan kerja pelabuhan dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan;
p. penyiapan koordinasi kegiatan membuat bangunan, pengerukan, reklame, salvage dan kegiatan pekerjaan di bawah air di dalam daerah kepelabuhanan;
q. penyusunan dan koordinasi desain teknis pelabuhan meliputi kondisi tanah, konstruksi, kondisi hydroceanografi, topografi, penempatan dan konstruksi Sarana bantu Navigasi, Alur pelayaran dan kolam pelabuhan serta tata letak dan kapasitas peralatan di pelabuhan;
r. pelaksanaan dan koordinasi kegiatan pengamanan, ketertiban dan ketersediaan fasilitas untuk menjamin kelancaran arus barang dan atau penumpang;
s. penyusunan dan penyiapan sistem/prosedur pelayanan Lalu Lintas Pelayaran;
t. penyiapan dan koordinasi kegiatan pembinaan keselamatan pelayaran meliputi ukuran dan frekuensi lalu lintas kapal, rencana penempatan sarana bantu pelayaran, alur pelayaran dan kolam pelabuhan;
u. pelaksanaan penertiban dan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran serta dalam daerah lingkungan kerja kepentingan pelabuhan;
v. pengawasan dan pengendalian kegiatan lalu lintas angkutan laut dan sarana pelayaran sektor perhubungan laut;
w. pembinaan/penyelenggaraan pembinaan dan penegakan disiplin dan tata tertib pegawai guna terlaksananya pekerjaan sesuai sistem, metode dan prosedur yang ditetapkan;
x. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang terkait dengan bidang tugasnya;
y. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
z. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 14
Bidang Pengendalian Operasional

(1) Bidang Pengendalian Operasional mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kegiatan penertiban dan pengawasan lalu lintas di jalan, pengumpulan data, analisis dan evaluasi data bidang lalu lintas jalan, menyusun statistik, pengumpulan dan analisis data kecelakaan, menyusun data daerah rawan kecelakaan, menyiapkan program penanggulangan kecelakaan lalu lintas serta melakukan pemantauan hasil kegiatan penertiban, menyiapkan program penertiban dan koordinasi penertiban lalu lintas dan angkutan jalan, serta pemberian izin penggunaan jalan selain kegiatan lalu lintas.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan bahan perencanaan kegiatan penertiban dan pengawasan lalu lintas di jalan, pembinaan, pengumpulan data, analisis dan evaluasi data bidang lalu lintas dan angkutan jalan;
b. menyiapkan bahan pembinaan inventarisasi, pembinaan perbengkelan umum, penilaian ijin pendirian bengkel umum, sekolah mengemudi, penunjukan, pengelolaan, pemeliharaan, pemeliharaan terminal, halte, tempat penyeberangan dengan jembatan penyeberangan dan perparkiran;
c. menyiapkan pemberian bimbingan keselamatan, pemantauan lalu lintas dan analisis daerah rawan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d. mengelola administrasi urusan tertentu.

Pasal 15
Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

(1) Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kegiatan penertiban lalu lintas jalan dan angkutan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Penertiban Lalu Lintas;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan penertiban lalu lintas;
c. menyusun rencana kegiatan pengawasan dan penertiban angkutan orang;
d. menyusun rencana kegiatan pengawasan dan penertiban angkutan barang;
e. menyusun rencana kegiatan pengawasan dan penertiban angkutan khusus;
f. menyusun rencana kegiatan pengawasan dan penertiban kendaraan tidak bermotor;
g. menyiapkan rekomendasi izin penggunaan jalan;
h. melakukan kegiatan pengawalan lalu lintas;
i. melakukan kegiatan pengaturan lalu lintas pada daerah rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dalam wilayah Kota Makassar;
j. melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada kegiatan Lebaran, Natal dan Tahun Baru;
k. mengevaluasi kegiatan penertiban lalu lintas secara berkala;
l. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
m. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
n. melaksanakan tugas kedinasan lain yang di berikan oleh atasan.

Pasal 16
Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan

(1) Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan mempunyai tugas untuk menyiapkan perencanaan kegiatan bimbingan keselamatan lalu lintas di jalan, pembinaan, pengumpulan data, analisis dan data kecelakaan lalu lintas di jalan, pembinaan, pengumpulan data, analisis dan data kecelakaan lalu lintas jalan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan;
c. melakukan inventarisasi daerah rawan kemacetan dan kecelakaan;
d. memberikan penyuluhan keselamatan lalu lintas kepada pelajar dan mahasiswa;
e. memberikan penyuluhan keselamatan lalu lintas kepada pengemudi angkutan umum;
f. memberikan penyuluhan keselamatan lalu lintas jalan dan pelayaran kepada masyarakat;
g. melakukan sosialisasi keselamatan lalu lintas melalui media massa, media cetak dan elektronik;
h. melakukan kampanye keselamatan lalu lintas jalan;
i. melakukan pekan keselamatan lalu lintas;
j. melakukan inventarisasi daerah rawan kemacetan dan kecelakaan;
k. mengumpulkan data daerah rawan kecelakaan dan kemacetan;
l. menganalisis data daerah rawan kecelakaan dan kemacetan;
m. membentuk dewan keselamatan lalu lintas Kota Makassar;
n. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
o. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 17
Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data

(1) Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan pengumpulan dan pengolahan data operasional dan data kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Pengumpulan Data dan Pengolahan Data;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pengumpulan dan pengolahan data;
c. melakukan inventarisasi daerah rawan kemacetan dan kecelakaan;
d. menyiapkan bahan pembinaan pengumpulan dan pengolahan data operasional dan data kecelakaan lalu lintas serta usulan penanggulangannya;
e. mengumpulkan data daerah rawan kecelakaan dan kemacetan;
f. menganalisis data daerah rawan kecelakaan dan kemacetan;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 18
Bidang Teknik dan Prasarana

(1) Bidang Teknik dan Prasarana mempunyai tugas menyiapkan bahan inventarisasi, pembinaan perbengkelan umum, penilaian ijin pendirian bengkel umum, penunjukan, pengelolaan, pemeliharaan, pengembangan terminal, halte, tempat penyeberangan dengan jembatan penyeberangan dan perparkiran.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Teknik dan Prasarana menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana kegiatan dan program Bidang Teknik Sarana Dan Prasarana;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan teknik sarana dan prasarana;
c. menyiapkan bahan pemberian bimbingan, perizinan bengkel umum serta pengaturan dan pengendalian susunan alat tambahan pada kendaraan penumpang umum serta sekolah mengemudi;
d. menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan, perencanaan, pembangunan, penunjukan, pengelolaan, pemeliharaan terminal angkutan penumpang dan barang, halte, tempat penyeberangan dengan jembatan penyeberangan;
e. menyiapkan bahan perencanaan, pembinaan, bimbingan, pembangunan, penunjukan lokasi parkir pada badan jalan maupun parkir di luar badan jalan;
f. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
g. mengelola administrasi urusan tertentu;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 19
Seksi Teknik Kendaraan dan Perbengkelan

(1) Seksi Teknik Kendaraan dan Perbengkelan mempunyai tugas untuk menyiapkan bahan pemberian bimbingan, perizinan bengkel umum serta pengaturan dan pengendalian susunan alat tambahan pada kendaraan penumpang umum serta sekolah mengemudi.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Teknik Kendaraan dan Perbengkelan menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Teknik Kendaraan dan Perbengkelan;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan teknik kendaraan dan perbengkelan;
c. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap perbengkelan umum;
d. memberikan registrasi perizinan perbengkelan umum;
e. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan sekolah mengemudi;
f. memberikan rekomendasi terhadap pembangunan sekolah mengemudi;
g. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;

h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 20
Seksi Terminal

(1) Seksi Terminal mempunyai tugas untuk menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan, perencanaan, pembangunan, penunjukan, pengelolaan, pemeliharaan terminal angkutan penumpang dan barang, halte, tempat penyeberangan dengan jembatan penyeberangan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Terminal menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Terminal;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaran terminal;
c. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan terminal;
d. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik dan pengendalian ketertiban terminal angkutan orang;
e. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharan fisik dan pengendalian ketertiban halte;
f. melakukan koordinasi dengan PD. Terminal Makassar Metro dalam melaksanakan tugasnya;
g. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap keselamatan penumpang di terminal;
h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 21
Seksi Perparkiran

(1) Seksi Perparkiran mempunyai tugas menyiapkan bahan perencanaan, pembinaan, bimbingan, pembangunan, penunjukan lokasi parkir pada badan jalan maupun parkir di luar badan jalan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Perparkiran menyelenggarakan fungsi :
a. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Perparkiran;
b. menyiapkan penyusunan pedoman, mekanisme dan tata cara penyelenggaraan perparkiran di Kota Makassar;
c. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan perparkiran;
d. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik dan pengendalian ketertiban parkir pada badan jalan;
e. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik dan pengendalian ketertiban parkir di luar badan jalan;
f. melakukan koordinasi dengan PD. Parkir Makassar Raya dalam melaksanakan tugasnya;
g. menyiapkan perencanaan, penunjukan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fisik dan pengendalian ketertiban jembatan penyeberangan;
h. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya;
i. memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap keselamatan pelayaran;
j. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.


BAB III
TATA KERJA
Pasal 22

(1) Bagian Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
(2) Subbagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian Kesekretariatan.

Pasal 23

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut

Pasal 24

Dalam hal Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya, maka Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian Kesekretariatan atau salah seorang Kepala Bidang untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 25

(1) Dengan berlakunya peraturan ini, maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

Pasal 26

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar.

 

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 13 Juli 2009

WALIKOTA MAKASSAR,


H. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN

Diundangkan di Makassar
pada tanggal 14 Juli 2009

SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR,

 

H. M. ANIS ZAKARIA KAMA

BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 32 TAHUN 2009

 
 
 

(12/25/13) Danny-Ical dilantik 8 Mei

Makassar,– Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny)-Syamsu Rizal (Ical) dipastikan dilantik dan diambil sumpahnya 8 Mei 2014. Pemkot Makassar telah ...
Read more...

(12/09/13) Ini 28 Calon Pemain PSM Makassar di ISL 2014

Makassar,- PSM Makassar tampaknya akan menjadi klub pertama yang paling siap untuk mengarungi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sebanyak 28 pemain telah resmi mengisi skuat tim Juku Eja di ISL...
Read more...

(11/22/13) Pengumuman Lelang Sederhana Material Lampu Jalan UPTD PJU (APBD Perubahan)

Pokja UPL / Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Tahun Anggaran 2013 akan melaksanakan Pelelangan Sederhana secara Elektronik (E-Procurement) untuk paket pekerjaan seba...
Read more...

(11/11/13) Kantor Baru DKP3 Diusulkan Rp3 Miliar

Makassar,- Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Makassar tidak lagi menumpang untuk melaksanakan program-program kegiatannya. Anggaran pembangunan kantornya akan dimasukkan ...
Read more...

(11/11/13) UMK Makassar Ditetapkan Hari ini

Makassar,- Upah Minimum Kota (UMK) Makassar 2014 ditetapkan besok (Hari ini) dalam rapat pleno di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar. "Rapat tripartite ini akan digelar bersama dengan dewan...
Read more...

(10/31/13) Bank Sampah Kian Diminati Warga

Makassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hal terse...
Read more...

(10/14/13) 10 Ribu Hewan Kurban Disiapkan di Makassar

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberikan hewan kurban di pelataran parkir masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (17/11). TEMPO/Kink Kusuma Rein M...
Read more...

(09/17/13) Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Makassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner...
Read more...

(09/17/13) 2.780 Polisi Amankan Pilwali Makassar

Makassar,- Sebanyak 2.780 polisi akan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Makassar hingga 20 September mendatang. Polisi ini akan mengantisipasi gejolak dampak dari Pilwali tersebut. Dari jum...
Read more...

(09/17/13) Pemkot Makassar Naikkan UMK Hingga 20 Persen

Makassar,-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menaikkan Upah Minimun Kota (UMK) untuk buruh di Kota Makassar, sekitar 10 hingga 20 persen, atau dari Rp 1,5 juta, naik hingga Rp 1.650.000 atau Rp 1,...
Read more...
 
 

Bank Sampah Kian Diminati Warga

Bank SampahMakassar,- Keberadaan Bank Sampah yang diprogramkan Makassar Green and Clean kian mendapat tempat di hati masyarakat. Mereka bahkan memanfaatkan program ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal tersebut terlihat di Kelurahan Ballaparang RW 04, Minggu siang, 27 Oktober. Puluhan ibu rumah tangga (IRT) mengumpulkan sejumlah sampah anorganik yang diambil dari rumah mereka masing-masing.

Sampah yang didominasi botol minuman dan gelas bekas itu tertampung di sekitar posko Bank Sampah UKM Pelita Harapan di Jl.Pelita Raya IV. Salah seorang IRT, Ramlah, mengatakan,...

Baca selengkapnya ...

Sepuluh Calon Wali Kota Makassar Ikrar Pilkada Damai

Ikrar Pilkada DamaiMakassar,- Sebanyak 10 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menandatangani ikrar Pilwali Damai di DPRD Kota Makassar, Minggu (1/9/2013). Ikrar ini ditandatangani di hadapan komisioner KPU, anggota Panwaslu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja, Dandim 1408 BS Letkol Inf Firyawan, dan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta.

Ini merupakan ikrar kedua yang ditantangani. Ikrar dipasangi bingkai dan tertera...

Baca selengkapnya ...

Memahami Kembali Makna Idul Fitri

Memahami Kembali Makna Idul FitriKetika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi...

Baca selengkapnya ...

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H (2013)

Ramadhan“Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallahu lana walakum daaiman bijami'i khoir. Wal'awfu minkum”

Alhamdulillahirabbil alamin, Shalawat serta salam tercurah ke haribaan jungjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Umat Islam kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah Subhanahu Wata'ala dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan Ramadan juga disebut dengan "Syahrul Qur'an", bulan diturunkannya al-Qur'an yang merupakan lentera hidayah ketuhanan yang...

Baca selengkapnya ...

Makassar, Liburan Sempurna di Timur Indonesia

Mesjid Terapung MakassarMakassar,- Inilah destinasi liburan yang luar biasa di timur Indonesia. Pantai, pulau, gunung, kota, kuliner dan belanja, semua ada dan penuh pesona di Ibukota Sulawesi Selatan ini. Ayo liburan ke Makassar, Karaeng!

Di kawasan Indonesia Timur, Makassar menjadi kota yang paling besar sekaligus penting, termasuk untuk berwisata. Jika Anda ingin menjelajah jauh di Indonesia, Makassar adalah titik yang sempurna untuk memulai hal tersebut.

Makassar bisa dijangkau dari Jakarta dengan pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang keren atau...

Baca selengkapnya ...

Lampu Jalan Anda Padam (Mati), Telepon Nomor Ini

Armada laston MercuryMakassar,- Jika lampu jalan dekat rumah Anda padam, tak perlu lagi khawatir. Cukup telepon call center UPTD Penerangan Jalan Umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Nomor telepon dapat dihubungi, 0411449340. Petugas call center membuka layanan selama 24 jam.

"Kalau mau cepat, bilang, saya anggota dewan. Cepat itu dilayani," sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M Ansar menjawab pertanyaan anggota dewan soal keluhan warga karena lampu jalan di dekat rumahnya padam. Petugas dikeluhkan karena telat memperbaikinya.

Baca selengkapnya ...

Imlek Tahun 2564, Makna Simbolik di Balik Perayaan Imlek

Meja persembahan Imlek di Dapur Babah Elite. (Dapur Babah Elite)Imlek adalah perwujudan syukur petani di Tiongkok atas hasil panen.
Tahun baru Imlek atau “Sintjia” sebentar lagi akan tiba. Bagi masyarakat Tiongkok ini adalah hari yang paling ditunggu. Begitu juga dengan komunitas China di Indonesia, untuk yang masih keturunan China asli atau peranakan. Mereka menyambut perayaan tahun baru ini yang sarat makna dan ritual.

Saat tahun baru, warna merah serentak mendominasi dekorasi setiap tempat. Mulai dari lampion, hiasan naga, barongsai, angpau,...

Baca selengkapnya ...

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabiul Awalmaulid-nabi Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan...

Baca selengkapnya ...

Memahami Makna Idul Adha

Idul AdhaBulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial.

Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas...

Baca selengkapnya ...

Akhir Pekan di Makassar, dari Kuliner Hingga Pulau Cantik

SamalonaMakassar,- Makassar di Sulawesi Selatan dapat menjadi destinasi akhir pekan Anda kali ini. Di sana terdapat destinasi wisata berupa pulau yang cantik hingga tempat-tempat bersejarah. Tak ketinggalan, kulinernya sangat lezat!

Sulawesi menyimpan banyak wisata menarik untuk traveler. Di Ibukota Sulawesi Selatan, Makassar, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pulau cantik dengan pasir putih, dan juga kulinernya yang terkenal lezat. Berakhir pekan di Makassar sangat menyenangkan.

Dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dikunjungi detikTravel, Jumat (31/8/2012), terdapat banyak destinasi wisata untuk traveler...

Baca selengkapnya ...

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Marhaban Ya RamadhanBulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti – nanti. bagi orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :
"Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu"

Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam...

Baca selengkapnya ...

Senja di Fort Rotterdam Makassar

Sunset view dari fort rotterdam MakassarMakassar,- Senja menyorot di pesisir pantai membuat Fort Rotterdam yang terletak di tengah Kota Makassar yang menghadap ke laut menjadi tempat santai dan berpose.

Di lokasi saksi bisu sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin itu, setiap hari, ratusan hingga ribuan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegera.

Segudang ilmu dan pengalaman bisa dibawa dari benteng yang berbentuk seperti penyu itu. Selain mengunjungi dua musium, I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya yang berada di dalam benteng, pengunjung pun bisa melihat tempat...

Baca selengkapnya ...

Pesona Spermonde, Surga Bagi Penyelam

Eksotisme Pulau Kapoposang, Segitiga Emas Terumbu Karang
spermonde pulau kapoposangBila Anda pelancong, tak lengkap rasanya kalau tidak ke Pulau Kapoposang. Pulau yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat, ini merupakan surge bagi diver (penyelam).
 
Untuk memperkenalkan deretan kawasan Spermonde atau gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar yang eksotis dengan pemandangan bawah lautnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel menggelar Press Tour & Marine Excursion di Kepulauan Spermonde, Jumat-Minggu, 18-20 Mei.

Baca selengkapnya ...

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...
 
Pengunjung Online
Ada 37 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
Content View Hits : 2613850
 
Pengunjung Online
Ada 37 tamu online
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?