profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
"Ulu Juku" yang Serba Nikmat, Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !
Sabtu, 27 Maret 2010 19:27
Makassar, Kemana anda pergi untuk bersantap jika sedang berada di Kota Makassar?. Dalam bahasa Makassar, ”ulu” berarti kepala dan ”juku” berarti ikan. Jadi, bila ada rumah makan bernama Ulu Juku, kiranya sudah jelas apa yang disajikan sebagai menu utama di tempat tersebut. Di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, sudah ada dua rumah makan bernama Ulu Juku. Satu di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 219 dan satu lagi beralamat di Jalan AP Pettarani, salah satu jalan protokol di bagian timur Makassar.

Jujur saja, saya bukan penggemar menu kepala ikan, mau dimasak apa pun. Pengalaman mencicipi kepala ikan sebelumnya, saya selalu direpotkan dengan cara menyantap makanan yang hampir melulu terdiri dari tulang kepala ikan itu. Belum lagi bau amis yang masih melekat saat kepala ikan tersebut dibongkar. Semua anggapan saya itu berubah saat mencoba berbagai masakan serba kepala ikan di Ulu Juku. Menu pertama yang saya coba adalah gulai kepala ikan, lebih tepatnya kepala ikan kakap merah. Sementara teman saya memesan sup kepala ikan.

Sensasi

Suasana RM Ulu Juku 2 di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulsel, saat waktu makan siang hari Minggu (2/8). Foto Oleh DAHONO FITRIANTORumah makan Ulu Juku 2 di Jalan AP Pettarani itu sangat ramai pada Jumat (31/7) tengah hari. Maklum, ini waktu makan siang. Beberapa orang bahkan rela berdiri antre untuk mendapatkan jatah tempat duduk. Alhasil, pesanan kami butuh beberapa menit untuk disajikan di meja.

Pada pandangan pertama, tak ada yang istimewa pada tampilan menu-menu kepala ikan ini. Gulainya tak jauh beda dari tampang gulai kambing yang biasa kita temui, berkuah santan warna kuning dan ditaburi irisan bawang goreng. Kepala ikannya disajikan dalam bentuk terbelah tiga sehingga bagian-bagian dalam kepala itu sudah tersaji tanpa perlu kita membongkarnya.

Wajah supnya lebih tak istimewa lagi. Berkuah bening kecoklatan dengan beberapa butir kacang merah mengapung di dalamnya. Terbayang rasa sup kacang merah yang agak-agak hambar dan tidak menjanjikan sensasi bagi lidah. ”Silakan kalau mau mencoba duluan,” kata teman saya yang asli Parepare itu.

Saya mulai meraih sendok, mengambil kuah sup itu, dan menyeruputnya pelan. Dan semua prasangka tadi pun runtuh.

Seperti lazimnya sup, kuah sup ini terasa segar dengan sedikit sentuhan rasa asam, tetapi tanpa kehilangan sensasi gurih dan aroma laut dari irisan-irisan kepala ikan di dalamnya. Aroma laut di sini tidak sama dengan bau amis ikan, tetapi lebih ke sensasi aroma khas sajian makanan laut yang merangsang perut untuk lapar.

Bahkan, saat irisan-irisan daging kepala ikan ini mulai disantap, sama sekali tak tercium aroma amis. Inilah keistimewaan kepala ikan yang disajikan Ulu Juku. Setelah saya mencoba menu-menu lain, bau amis itu tetap tak tersentuh hidung meski bagian-bagian terdalam kepala sudah dibongkar total.

Efeknya, gulai ikan yang saya pesan pun terasa bagaikan menyantap gulai kambing biasa, nikmat tanpa terganggu bau amis.

Makan kepala ikan di tempat ini pun tidak repot. Dengan kondisi kepala ikan yang sudah dibelah-belah, kita leluasa mengambil bagian-bagian empuk yang enak (termasuk tumpukan lemak ikan yang sehat dan bergizi tinggi) dari dalam kepala itu dengan sendok dan garpu tanpa harus menggunakan jurus tangan kosong. ”Memang kalau mau sensasi yang lebih, enaknya kita makan pakai tangan biar bisa tuntas mengorek setiap bagian kepala ikan,” ungkap teman saya itu.

”Pallumara”


Begitu melekatnya kesan pertama bersantap di Ulu Juku ini, saya pun kembali lagi dua hari kemudian. Kali ini dengan mengajak teman lain. Untuk memuaskan rasa penasaran, saya memesan menu yang belum dicicipi, yakni pallumara kepala ikan dan sate ikan.

Pallumara adalah sejenis masakan berkuah bening berwarna kuning. Rasanya seperti sup, tetapi lebih tajam rasa asamnya. ”Bumbu utamanya kunyit, cabai merah, dan sejenis biji berasa asam yang hanya ada di daerah Sulawesi Selatan,” tutur Nadjamuddin (36), salah satu pemilik jaringan rumah makan Ulu Juku.

Sate ikan adalah menu terbaru yang belum genap sebulan disajikan di rumah makan itu. Dalam kondisi siap saji, sate ikan tersebut tak bisa dibedakan wujudnya dari sate ayam. Irisan-irisan dagingnya padat berwarna coklat tua dengan dua pilihan bumbu, yakni kecap atau kacang. ”Saat dibakar, bumbunya cuma biji cabai merah dan kecap Bango,” tutur seorang koki yang sedang sibuk membakar puluhan sate.

Rasanya pun hampir tak bisa dibedakan dari sate ayam. Dagingnya padat, tidak seperti lazimnya daging ikan yang lunak dan mudah terurai. Nadjamuddin hanya menjawab dengan senyum saat ditanya apa resep membuat daging ikan menjadi padat seperti daging ayam dan tidak tercium bau amis ikan. ”Itu rahasia kami yang membuat beda dari rumah makan lain,” ujarnya.

Yang jelas, lanjut Nadjamuddin, seluruh masakan di Ulu Juku menggunakan bumbu-bumbu alami tanpa penyedap rasa buatan semacam MSG. Pihaknya juga menggunakan bahan kepala dan daging ikan kakap merah dan kakap putih segar meski ia kembali enggan mengungkapkan berapa jumlah kepala ikan yang dihabiskan dalam sehari. ”Yang jelas, sehari lebih dari 100 kilogram kepala ikan habis,” ungkapnya. (luar biasa dari dhf-kcm)
 
 

(02/08/12) Empat Berkuah dari Makassar

Jakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota...
Read more...

(02/08/12) UIN Makassar-Brunei Darussalam Kerja Sama Pendidikan

Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kerja sama pendidikan dengan Kementerian Agama Brunei Darussalam. Rektor UIN Kadir Gassing di Makassar, ...
Read more...

(02/08/12) Permintaan Komputer Diprediksi Naik 10%

Makassar, Permintaan komputer jenis netbook, notebook, maupun personal computer (PC) desktop di Sulsel diprediksi naik 10%.Kenaikan tersebut dipicu dengan pertumbuhan ekonomi daerah ini. ...
Read more...

(02/02/12) Bandara Hasanuddin Kejar Standar Dunia

Makassar, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin masih membutuhkan pendapatan dari sektor non-aero dua kali lipat lebih banyak dari yang ada saat ini. Hal tersebut untuk pengembangan bandara seb...
Read more...

(02/02/12) Makassar Kedatangan Tiga Boyband Internasional

Makassar, Untuk pertama kalinya, tiga boyband terkenal asal Amerika dan Inggris akan tampil sepanggung. Blue, Jeff Timmon of 98 Degrees, dan A1, tiga boyband yang ngetop pada 2000-an akan menyambangi ...
Read more...

(02/01/12) Kantor Imigrasi Makassar Bakal Berlakukan E-Paspor

Makassar, Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Sulawesi Selatan akan memberlakukan pembuatan Elektronik Paspor (E-Paspor) sama dengan Jakarta dan Surabaya yang memberlakukan E-Paspor untuk menghindari ada...
Read more...

(02/01/12) Badan OP Makassar New Port Minta Dukungan Pemda

Makassar, Badan Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar meminta pemerintah daerah turut mendukung rencana pembangunan Makassar New Port, terutama akses jalan menuju lokasi pembangunan pelabuhan baru. Kepala ...
Read more...

(02/01/12) Perayaan Cap Go Me Dirangkaikan Karnaval Budaya

Makassar, Perayaan Cap Go Me dengan atraksi barongsai di Makassar akan dirangkaikan dengan karnaval budaya nusantara. "Pada atraksi perayaan Cap Go Me setelah Imlek pada Minggu (5/2) mendatang, akan d...
Read more...

(01/15/12) Dewan Periksa Pajak Hotel dan Restoran

Makassar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar akan melakukan uji petik atau penelitian dan pemeriksaan terhadap pembayaran pajak hotel dan restoran di Makassar, pekan ini. Uji petik dilakuk...
Read more...

(01/11/12) Kilat Karaka : Kontraktor Lokal Butuh Perlindungan

Makassar, Sejumlah Asosiasi Usaha Jasa Konstruksi mendesak pemerintah daerah, khususnya di Sulawesi Selatan, agar membuat peraturan daerah yang mengikat kerja sama antara perusahaan nasional dan lokal...
Read more...
 
 

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...

Festival Bahari, Puncak Visit Makassar 2011

Festival Bahari 2011Hiruk-pikuk Visit Makassar sepanjang 2011, nyaris tak pernah berhenti. Event demi event kepariwisataan yang digelar di kota Anging Mammiri ini, baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, maupun sejumlah kegiatan yang digelar oleh berbagai instansi atau lembaga lainnya.

Termasuk pula kegiatan yang dihelat oleh kelompok-kelompok masyarakat, telah memberi dampak positif atas jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Makassar. Fakta yang terjadi di lapangan, kalangan penerbangan internasional mengakui bahwa, dengan digelarnya Visit Makassar 2011 dengan segudang event yang memikat, telah mendongkrak tajam...

Baca selengkapnya ...

Samalona, Pulau kecil dengan sejuta pesona keindahan

Pulau Samalona, MakassarBosan dengan rutinitas kerja Anda...?  liburan yang itu-itu saja, dan tempat-tempat yang sudah Anda hapal betul letaknya...? Anda ingin sesuatu yang baru, segar, sejuk, dan belum pernah Anda kunjungi sebelumnya...?

Cobalah untuk benar-benar kabur, get away. Lakukan liburan yang sesungguhnya. Nikmati sebuah liburan seru di Pulau Samalona, Kota Makassar. Pulau kecil ini berada di wilayah Kota Makassar, termasuk dalam jajaran gugus pulau-pulau kecil. Untuk menjangkaunya cukup mudah, yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar, dan dari Kota Makassar telah tersedia...

Baca selengkapnya ...

Desa Wisata Lakkang Kini Menjangkau Dunia

Bersepeda menelusuri Desa Lakkang. (Erwin/Tempo)Makassar, Sungai Tallo yang tenang dan cokelat membuat kami tak was-was menelusuri perjalanan ke Desa Lakkang dari Dermaga Universitas Hasanuddin akhir pekan kemarin. Tak ada kekhawatiran tersirat di antara rombongan kami yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara, Pak Tua mendekati saya, "sebenarnya banyak buaya di sungai ini," ia berbisik tanpa senyum.


Perjalanan menggunakan katinting (ucapan warga untuk perahu yang kami naiki) dari Dermaga Unhas ke Desa Lakkang hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit. Di kiri kanan tepian sungai menghampar pohon...

Baca selengkapnya ...

Menyelam di Cakar Macan, Taman Nasional Taka Bonerate

Sumber Gambar KompasPotensi laut yang masih tertidur. Transportasi menjadi kendala pengembangannya. Meski dilingkupi alam yang ganas, tak luput dari pencurian. Kaki Reflina Imania Juwita berayun-ayun mengikuti irama dangdut sekadarnya. Malam itu menjadi penutup kunjungan di Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar, Sulawesi Selatan. Reflina bersama enam kawannya dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FPMI) bergabung dalam ekspedisi Taka Bonerate dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.

Baca selengkapnya ...

Kota Makassar Menuju Kota Dunia

Foto dari/ milik TEMPOMakassar, Staf ahli Bidang Perekonomian Pemerintah Kota Makassar, Abdul Madjid Sallatu, mengatakan, untuk menjadi kota dunia, Makassar harus merevitalisasi perencanaan pembangunannya. Makassar bisa mengambil referensi dari India dan Cina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Madjid di ruang pola kantor Wali Kota Makassar saat memaparkan hasil pertemuan 43 wali kota sedunia dalam World Cities Summit di Singapura. Revitalisasi tersebut harus memperhatikan empat indikator penting, yakni arus manusia, bagaimana fungsi kota bekerja, geliat bisnis, serta organisasi yang terakomodasi dalam kehidupan perkotaan. Tujuannya adalah...

Baca selengkapnya ...

"Ulu Juku" yang Serba Nikmat, Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !

Makassar, Kemana anda pergi untuk bersantap jika sedang berada di Kota Makassar?. Dalam bahasa Makassar, ”ulu” berarti kepala dan ”juku” berarti ikan. Jadi, bila ada rumah makan bernama Ulu Juku, kiranya sudah jelas apa yang disajikan sebagai menu utama di tempat tersebut. Di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, sudah ada dua rumah makan bernama Ulu Juku. Satu di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 219 dan satu lagi beralamat di Jalan AP Pettarani, salah satu jalan protokol di bagian timur Makassar.

Jujur saja, saya bukan penggemar menu kepala ikan, mau dimasak apa pun. Pengalaman mencicipi kepala ikan sebelumnya, saya...

Baca selengkapnya ...

Racikan Ikan Para Calon Guru

Makassar, Sebersit pertanyaan terlintas saat melahap berbagai masakan kepala ikan di rumah makan Ulu Juku, ”Kalau yang dihidangkan kepalanya saja, dibawa ke mana daging ikan utuhnya? Bagaimanapun, ikan kakap merah dan kakap putih adalah jenis ikan yang dagingnya berharga tinggi. Jadi, sangat tidak mungkin daging-daging itu dibuang begitu saja.

”Kami memang cuma membeli kepala ikannya. Dagingnya juga beli, tetapi tidak banyak, sekadar untuk menu daging ikan goreng kentucky saja,” tutur Nadjamuddin (36), salah satu pemilik jaringan rumah makan (RM) Ulu Juku di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain memesan ke tempat-tempat pelelangan ikan di Makassar, Ulu Juku mendapatkan kepala ikannya dari...

Baca selengkapnya ...

Kelurahan Panaikang Menuju Pelayanan Prima

Makassar, Setelah sempat terpuruk, kini masyarakat merasakan melakukan urusan apapun di kelurahan Panaikang menjadi gampang. Tahun lalu, warga Panaikang sempat menyegel kantor Lurah Panaikang lantaran pelayanan di kantor Kelurahan Panaikang berbelit-belit. Ditambah lagi, sikap acuh tak acuh sang lurah. Hubungan kelurahan dan warga Panaikang sempat tidak harmonis.

Tapi, sejak Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengambil kebijakan mengganti Safaruddin sebagai Lurah Panaikang, semuanya berubah. A Rahmat Mappatoba yang ditunjuk menggantikan Safaruddin melakukan perubahan besar-besaran baik dari segi pelayanan publik maupun hubungan antara pemerintah kelurahan dan warga.

Baca selengkapnya ...
 
 
 
 
 
 
 
   
 
  Pengunjung Saat Ini
 
Ada 33 tamu online
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?