profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
Bandara Hasanuddin Kejar Standar Dunia
Kamis, 02 Februari 2012 08:30
Makassar, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin masih membutuhkan pendapatan dari sektor non-aero dua kali lipat lebih banyak dari yang ada saat ini. Hal tersebut untuk pengembangan bandara sebagai standar world class airport. "Bandara Hasanuddin saat ini masih menuju pengakuan sebagai world class airport,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Rachman Syafri kemarin.
Menurut Rachman tolok ukur world class airport yang utama adalah porsi pendapatan non-aero di atas 50 persen dari total pendapatan bandara. Namun saat ini porsi pendapatan non-aero yang mencakup pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan pesawat, seperti sewa counter, business center, dan retail, baru mencapai 20 persen dari total pendapatan yang tercatat pada 2011 dengan nilai Rp 190 miliar.

Adapun pendapatan aero, di antaranya landing dan parking fee, mencapai porsi 80 persen. Karena itu, pada 2012, Angkasa Pura akan berupaya meningkatkan pendapatan non-aero hingga dua kali lipat. “Kami akan meningkatkan pendapatan sebagai tolok ukur bahwa bandara kita masuk kategori world class sebagaimana visi kami,” ujar Syafri.

Pertumbuhan pendapatan non-aero yang tahun ini ditargetkan meningkat dua kali lipat juga diharapkan membantu pengembangan bandara. Syafri mengatakan Angkasa Pura kesulitan mengembangkan bandara dengan pendapatan minim tersebut. “Jangankan untuk mengembangkan bandara, untuk perawatan saja sulit,” katanya.

Menurut Syafri, Angkasa Pura telah melakukan studi banding di Bandar Udara Internasional Incheon, Korea Selatan. Di sana fasilitas bandara tersedia lengkap. Kelengkapan fasilitas dan pusat bisnis serta leisure dianggap menambah penghasilan bandara.

Rencananya tahun ini Angkasa Pura akan membangun airport hotel dengan 32 kamar di area seluas 1.800 meter persegi. Hotel yang akan dibangun atas kerja sama dengan Accord International tersebut disiapkan dengan investasi Rp 30 miliar. Selain itu, tempat istirahat berupa taman yang akan menghabiskan dana Rp 200 juta akan dibangun. “Konsepnya, kami akan membuat staging area dan restoran terapung di sana,” ujar Syafri.

Upaya meningkatkan pendapatan juga dilakukan dengan membuka retail baru dengan International Chain, seperti Pizza Hut, McDonald, dan AW. Ke depan, Bandara Sultan Hasanuddin akan dikembangkan dengan konsep airport city, yang di dalamnya terdapat business center, hotel, rumah sakit, theme park, leisure, dan mal. Sementara itu, bisnis retail yang sudah ada sekarang, di antaranya penjualan handicraft, menurut Syafri, akan tetap dipertahankan. “Sebab, handicraft itu kan kearifan lokal. Jadi harus tetap ada dan semakin dikembangkan,” kata dia. (sukmawati)
 
 

(05/09/12) Program Pertanian Sulsel Dinilai Gagal

Makassar, Sejumlah program pertanian yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dinilai gagal dan tidak menguntungkan petani di beberapa daerah di Sulsel. Hal itu dikatakan anggota...
Read more...

(05/05/12) Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tok...
Read more...

(05/05/12) Relawan Jepang Ikut Kelola Sampah

MAKASSAR,-  Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pertamanan dan Keindahan mengadakan sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Tahun Anggaran 2012, Kamis (3/5) di Hotel Losari Metro. Dalam ...
Read more...

(05/03/12) Investor Brasil Tinjau TPA Tamangapa

MAKASSAR – Investor asal Brasil-Amerika Serikat,Veniteli menunjukkan keseriusannya untuk membangun pabrik pengolahan sampah di Kota Makassar. Kemarin, manajemen Veniteli melakukan peninjauan ke Tem...
Read more...

(04/23/12) Perbaikan jalan di Makassar capai Rp25 miliar

Makassar, Anggaran pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di kota Makassar mencapai Rp25 miliar lebih selama tahun anggaran 2012. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Andi Mu...
Read more...

(03/26/12) Bosowa Constructing Hotels Worth Rp400 Billion in Makassar

Makassar, The PT Bosowa Corporation is constructing two star-rated hotels in Makassar and Bali at a total cost of Rp400 billion, its owner said. "The construction of the two hotels should be complete ...
Read more...

(03/06/12) Wali Kota Nilai Idris Tak Berprestasi

Makassar, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin angkat suara terkait pengunduran diri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Idris Patarai. Wali Kota menyatakan, langkah tersebut sangat tepat ...
Read more...

(02/08/12) Empat Berkuah dari Makassar

Jakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota...
Read more...

(02/08/12) UIN Makassar-Brunei Darussalam Kerja Sama Pendidikan

Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kerja sama pendidikan dengan Kementerian Agama Brunei Darussalam. Rektor UIN Kadir Gassing di Makassar, ...
Read more...

(02/08/12) Permintaan Komputer Diprediksi Naik 10%

Makassar, Permintaan komputer jenis netbook, notebook, maupun personal computer (PC) desktop di Sulsel diprediksi naik 10%.Kenaikan tersebut dipicu dengan pertumbuhan ekonomi daerah ini. ...
Read more...
 
 

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...

Festival Bahari, Puncak Visit Makassar 2011

Festival Bahari 2011Hiruk-pikuk Visit Makassar sepanjang 2011, nyaris tak pernah berhenti. Event demi event kepariwisataan yang digelar di kota Anging Mammiri ini, baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, maupun sejumlah kegiatan yang digelar oleh berbagai instansi atau lembaga lainnya.

Termasuk pula kegiatan yang dihelat oleh kelompok-kelompok masyarakat, telah memberi dampak positif atas jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Makassar. Fakta yang terjadi di lapangan, kalangan penerbangan internasional mengakui bahwa, dengan digelarnya Visit Makassar 2011 dengan segudang event yang memikat, telah mendongkrak tajam...

Baca selengkapnya ...

Samalona, Pulau kecil dengan sejuta pesona keindahan

Pulau Samalona, MakassarBosan dengan rutinitas kerja Anda...?  liburan yang itu-itu saja, dan tempat-tempat yang sudah Anda hapal betul letaknya...? Anda ingin sesuatu yang baru, segar, sejuk, dan belum pernah Anda kunjungi sebelumnya...?

Cobalah untuk benar-benar kabur, get away. Lakukan liburan yang sesungguhnya. Nikmati sebuah liburan seru di Pulau Samalona, Kota Makassar. Pulau kecil ini berada di wilayah Kota Makassar, termasuk dalam jajaran gugus pulau-pulau kecil. Untuk menjangkaunya cukup mudah, yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar, dan dari Kota Makassar telah tersedia...

Baca selengkapnya ...

Desa Wisata Lakkang Kini Menjangkau Dunia

Bersepeda menelusuri Desa Lakkang. (Erwin/Tempo)Makassar, Sungai Tallo yang tenang dan cokelat membuat kami tak was-was menelusuri perjalanan ke Desa Lakkang dari Dermaga Universitas Hasanuddin akhir pekan kemarin. Tak ada kekhawatiran tersirat di antara rombongan kami yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara, Pak Tua mendekati saya, "sebenarnya banyak buaya di sungai ini," ia berbisik tanpa senyum.


Perjalanan menggunakan katinting (ucapan warga untuk perahu yang kami naiki) dari Dermaga Unhas ke Desa Lakkang hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit. Di kiri kanan tepian sungai menghampar pohon...

Baca selengkapnya ...

Menyelam di Cakar Macan, Taman Nasional Taka Bonerate

Sumber Gambar KompasPotensi laut yang masih tertidur. Transportasi menjadi kendala pengembangannya. Meski dilingkupi alam yang ganas, tak luput dari pencurian. Kaki Reflina Imania Juwita berayun-ayun mengikuti irama dangdut sekadarnya. Malam itu menjadi penutup kunjungan di Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar, Sulawesi Selatan. Reflina bersama enam kawannya dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FPMI) bergabung dalam ekspedisi Taka Bonerate dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.

Baca selengkapnya ...

Kota Makassar Menuju Kota Dunia

Foto dari/ milik TEMPOMakassar, Staf ahli Bidang Perekonomian Pemerintah Kota Makassar, Abdul Madjid Sallatu, mengatakan, untuk menjadi kota dunia, Makassar harus merevitalisasi perencanaan pembangunannya. Makassar bisa mengambil referensi dari India dan Cina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Madjid di ruang pola kantor Wali Kota Makassar saat memaparkan hasil pertemuan 43 wali kota sedunia dalam World Cities Summit di Singapura. Revitalisasi tersebut harus memperhatikan empat indikator penting, yakni arus manusia, bagaimana fungsi kota bekerja, geliat bisnis, serta organisasi yang terakomodasi dalam kehidupan perkotaan. Tujuannya adalah...

Baca selengkapnya ...

"Ulu Juku" yang Serba Nikmat, Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !

Makassar, Kemana anda pergi untuk bersantap jika sedang berada di Kota Makassar?. Dalam bahasa Makassar, ”ulu” berarti kepala dan ”juku” berarti ikan. Jadi, bila ada rumah makan bernama Ulu Juku, kiranya sudah jelas apa yang disajikan sebagai menu utama di tempat tersebut. Di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, sudah ada dua rumah makan bernama Ulu Juku. Satu di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 219 dan satu lagi beralamat di Jalan AP Pettarani, salah satu jalan protokol di bagian timur Makassar.

Jujur saja, saya bukan penggemar menu kepala ikan, mau dimasak apa pun. Pengalaman mencicipi kepala ikan sebelumnya, saya...

Baca selengkapnya ...

Racikan Ikan Para Calon Guru

Makassar, Sebersit pertanyaan terlintas saat melahap berbagai masakan kepala ikan di rumah makan Ulu Juku, ”Kalau yang dihidangkan kepalanya saja, dibawa ke mana daging ikan utuhnya? Bagaimanapun, ikan kakap merah dan kakap putih adalah jenis ikan yang dagingnya berharga tinggi. Jadi, sangat tidak mungkin daging-daging itu dibuang begitu saja.

”Kami memang cuma membeli kepala ikannya. Dagingnya juga beli, tetapi tidak banyak, sekadar untuk menu daging ikan goreng kentucky saja,” tutur Nadjamuddin (36), salah satu pemilik jaringan rumah makan (RM) Ulu Juku di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain memesan ke tempat-tempat pelelangan ikan di Makassar, Ulu Juku mendapatkan kepala ikannya dari...

Baca selengkapnya ...

Kelurahan Panaikang Menuju Pelayanan Prima

Makassar, Setelah sempat terpuruk, kini masyarakat merasakan melakukan urusan apapun di kelurahan Panaikang menjadi gampang. Tahun lalu, warga Panaikang sempat menyegel kantor Lurah Panaikang lantaran pelayanan di kantor Kelurahan Panaikang berbelit-belit. Ditambah lagi, sikap acuh tak acuh sang lurah. Hubungan kelurahan dan warga Panaikang sempat tidak harmonis.

Tapi, sejak Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengambil kebijakan mengganti Safaruddin sebagai Lurah Panaikang, semuanya berubah. A Rahmat Mappatoba yang ditunjuk menggantikan Safaruddin melakukan perubahan besar-besaran baik dari segi pelayanan publik maupun hubungan antara pemerintah kelurahan dan warga.

Baca selengkapnya ...
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?