profil kepala daerah

pesona wisata bahari

video streaming kota

 
 
Menyelam di Cakar Macan, Taman Nasional Taka Bonerate
Minggu, 21 November 2010 19:44

Sumber Gambar KompasPotensi laut yang masih tertidur. Transportasi menjadi kendala pengembangannya. Meski dilingkupi alam yang ganas, tak luput dari pencurian. Kaki Reflina Imania Juwita berayun-ayun mengikuti irama dangdut sekadarnya. Malam itu menjadi penutup kunjungan di Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar, Sulawesi Selatan. Reflina bersama enam kawannya dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FPMI) bergabung dalam ekspedisi Taka Bonerate dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.

Mereka menumpang KRI Surabaya menuju perairan Makassar. Untuk sampai Taka Bonerate, Reflina dan kawan-kawan menempuh 16 jam perjalanan lagi dari Makassar. Wilayah konservasi itu merupakan habitat terumbu karang atol terbaik di Indonesia. Ketiga terbesar di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Atol adalah terumbu karang berbentuk cincin. Disebut juga terumbu karang cakar macan.

Reflina sangat senang bisa menyelam di atol yang membentang 530.765 hektare itu. Dia mengambarkan atol itu seperti tebing curam yang siap dijelajahi petualang. Di banyak tempat, mungkin karang dan biota lautnya hampir sama. Tetapi di sini berbeda.

Selain bentang karang, kejernihan airnya sangat memikat. "Seperti nggak pakai kacamata renang. Kayak nggak ada penghalangnya," kata mahasiswa Jurusan Perkapalan, Universitas Diponegoro, Semarang, itu. Pendidikan formal Reflina mengharuskan dia menjadikan laut sebagai rumah kedua.

Di geladak kapal, orang-orang ramai berjoget. Reflina dari kursi belakang sesekali bertepuk tangan. Wajahnya menghitam terbakar matahari. Maklum, dua hari dia menyelam di dua titik kawasan Pulau Rajuni dan Latondu. Dia menyelam hingga kedalaman 25 meter. Satu hingga tiga jam di dalam air, muncul, lalu menyelam kembali. Penyelaman baru usai senja hari.

Dia merasa tak cukup hanya menyelam dua hari. Sebab baru dua pulau yang disambangi. Padahal, totalnya ada 21 pulau dan 19 lokasi penyelaman yang di taman nasional itu.

Karakter pulau di Taman Nasional Taka Bonerate begitu landai dan berada 2 hingga 4 meter di atas permukaan air. Panjangnya 200 hingga 2.000 meter, dengan lebar 100 hingga 1.000 meter. Taman nasional ini juga memiki pasir putih yang halus. Bila menginjakkan kaki tanpa alas, akan terasa mengental seperti tepung.

Ketika musim angin timur, muncul puluhan hamparan pasir putih tanpa pohon yang disebut bungin atau gusung. Biasanya bungin digunakan nelayan untuk membangun rumah singgah guna mempercepat gerak mereka di laut. Rumah itu bertahan hingga dua bulan dan kembali tersapu gelombang bersama bungin ketika angin barat bertiup.

Selain karang dan pasir, pada musim angin timur, Juli hingga Desember, beberapa pulau kecil begitu riuh. Ratusan burung laut hiruk-pikuk dengan lengkingan khas, berseliweran dan menukik menangkap ikan. "Itu perjalanan migrasi yang menyenangkan," kata Nur Aisyah Amnur, ahli pengendalian ekosistem hutan taman nasional itu.

Burung-burung itu berasal dari pulau sekitar, seperti Flores, Ambon, serta dari Australia. Mereka terbang dengan gerombolan yang banyak. Bila berkumpul, seperti kampung burung. Biasanya burung-burung tadi tersebar di beberapa pulau yang punya garis pantai panjang.

Pada 1929, dalam buku Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur, Molengraff menulis Taka Bonerate sebagai Tiger Island atau Atol Harimau. Masyarakat mempercayai nama itu bukan sembarang nama. Mereka mengibaratkan Taka Bonerate sebagai mulut macan. Salah sedikit memasuki perairan itu, boleh jadi tak bisa keluar. Ini barangkali terjadi lantaran keganasan alam dan kesulitan menjangkau taman laut tersebut.

Nyali besar memang dibutuhkan untuk mengarungi Taka Bonerate. Nur Aisyah mengatakan, kadang-kadang jolloro (perahu bercadik khas Sulawesi Selatan) terombang-ambing dipermainkan ombak. Tinggi gelombangnya mencapai 5 meter hingga 7 meter. Keadaan alam seperti itu menguntungkan karena orang-orang akan sulit menjamahnya.

Meskipun sulit terjangkau, bukan berarti taman nasional itu luput dari usaha pencurian. Pada tahun lalu, tercatat ada 11 pelanggaran. Mulai pencurian ikan yang dilindungi, pengambilan karang, pembiusan, hingga pengeboman. Menurut Nur Asiyah, pelanggaran di dalam kawasan itu mudah terjadi karena petugas keamanannya sangat terbatas. Polisi yang menjadi penjaga ada 22 orang, tapi yang aktif hanya delapan. Sisanya diperbantukan di Makassar.

Salah satu jenis karang yang sering dicuri dan diminati masyarakat adalah bambu laut. Warnanya kuning. Bila dipegang, begitu lembut dan mudah hancur. Pada umumnya, bambu laut tumbuh di kedalaman 3-10 meter. Kata Nur Aisyah, karang itu diambil masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit dan dijadikan sebagai obat kuat.

Lalu pencurian ikan dilakukan dengan pembiusan. Padahal, cara ini merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu ekosistem kawasan, bisa membunuh ikan, plankton, hingga karang.

Pada saat ini saja, beberapa karang di sana mengalami pemutihan. Jika sudah memutih, karang itu akan hancur, berubah menjadi pasir. Jumlahnya memang belum banyak dibandingkan dengan karang yang masih hidup. "Mengenai luasan karang mati itu, kami belum bisa memastikan. Tapi dua tahun terakhir ini, pemutihan karang memang banyak," katanya.

Dia belum bisa merinci penyebab utama pemutihan karang itu. Apakah karena pembiusan, pengeboman, atau perubahan suhu air laut. Yang jelas, terganggunya lingkungan sekitar akan membuat karang mudah stres.

Karang bukanlah tumbuhan laut, melainkan hewan laut. Hewan yang membentuk karang adalah polip. Polip ini berada di tengah karang dan mengumpulkan zat kapur. Cara kerjanya sederhana. Pada kondisi lingkungan yang nyaman, polip akan tumbuh sehat. "Seperti simbiosis muatualisme, saling menguntungkan," ujarnya. Zat kapur yang dikumpulkan akan menjadi rumah yang aman bagi polip.

Merangsang pertumbuhan terumbu karang tidaklah mudah. Butuh waktu minimal 10 tahun. Itu pun dengan syarat: keadaan lingkungan baik, suhu dan kecepatan arusnya stabil, serta harus terlepas dari penangkapan ikan berlebih.
Semua kondisi itu menjadikan potensi bahari dan pusat pendidikan terus tertidur. Hingga kini, rencana pemerintah daerah menjadikan Taka Bonerate sebagai tempat wisata bahari seperti Bunaken dan Wakatobi masih sebatas rencana. Data statistik taman nasional mencatat, jumlah penduduknya 6.267 jiwa pada 2009, tersebar di pulau-pulau yang tak satu pun memiliki sumber air tawar.

Secara geografis, Taka Bonerate berada di Laut Flores. Dari Flores, hanya dibutuhkan dua jam perjalanan. Tapi, jika ditempuh dari Makassar dengan rute normal, perjalanannya bisa makan waktu hingga 18 jam. Enam jam perjalanan dari Makassar ke Pelabuhan Bira di Bulukumba. Berlanjut dengan feri ke Selayar selama enam jam juga. Dari Selayar menuju Taka Bonerate makan waktu yang sama.

Bila menggunakan kapal milik balai taman nasional setempat, pengunjung dikenai biaya Rp 500.000. Kemudian membayar sendiri dua anak buah kapal dan menanggung persediaan bahan bakar minimal pergi-pulang 500 liter. Angkutan yang khusus menuju Taka Bonerate memang belum ada. Sedangkan feri Selayar-Taka Bonerate cuma ada tiga kali sepekan.

Arloji menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat ketika KRI Surabaya mengarungi lautan, meninggalkan kawasan Taka Bonerate. "Ini pengalaman pertama. Saya berharap bisa kembali ke Taka Bonerate dan mengunjungi spot penyelaman lainnya," kata Reflina. (tulisan Eko Rusdiyanto, dimuat pada rubrik Perjalanan, Majalah Gatra Nomor 1, November 2010)

 
 

(05/09/12) Program Pertanian Sulsel Dinilai Gagal

Makassar, Sejumlah program pertanian yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dinilai gagal dan tidak menguntungkan petani di beberapa daerah di Sulsel. Hal itu dikatakan anggota...
Read more...

(05/05/12) Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tok...
Read more...

(05/05/12) Relawan Jepang Ikut Kelola Sampah

MAKASSAR,-  Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pertamanan dan Keindahan mengadakan sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Tahun Anggaran 2012, Kamis (3/5) di Hotel Losari Metro. Dalam ...
Read more...

(05/03/12) Investor Brasil Tinjau TPA Tamangapa

MAKASSAR – Investor asal Brasil-Amerika Serikat,Veniteli menunjukkan keseriusannya untuk membangun pabrik pengolahan sampah di Kota Makassar. Kemarin, manajemen Veniteli melakukan peninjauan ke Tem...
Read more...

(04/23/12) Perbaikan jalan di Makassar capai Rp25 miliar

Makassar, Anggaran pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di kota Makassar mencapai Rp25 miliar lebih selama tahun anggaran 2012. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Andi Mu...
Read more...

(03/26/12) Bosowa Constructing Hotels Worth Rp400 Billion in Makassar

Makassar, The PT Bosowa Corporation is constructing two star-rated hotels in Makassar and Bali at a total cost of Rp400 billion, its owner said. "The construction of the two hotels should be complete ...
Read more...

(03/06/12) Wali Kota Nilai Idris Tak Berprestasi

Makassar, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin angkat suara terkait pengunduran diri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Idris Patarai. Wali Kota menyatakan, langkah tersebut sangat tepat ...
Read more...

(02/08/12) Empat Berkuah dari Makassar

Jakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota...
Read more...

(02/08/12) UIN Makassar-Brunei Darussalam Kerja Sama Pendidikan

Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kerja sama pendidikan dengan Kementerian Agama Brunei Darussalam. Rektor UIN Kadir Gassing di Makassar, ...
Read more...

(02/08/12) Permintaan Komputer Diprediksi Naik 10%

Makassar, Permintaan komputer jenis netbook, notebook, maupun personal computer (PC) desktop di Sulsel diprediksi naik 10%.Kenaikan tersebut dipicu dengan pertumbuhan ekonomi daerah ini. ...
Read more...
 
 

Lezatnya Otak-otak Makassar

Makassar,- Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong...

Baca selengkapnya ...

Empat Berkuah dari Makassar

Sop Saudara | Foto Ayu OmbongJakarta, Jika berkunjung ke Makassar, bersiaplah memanjakan lidah dengan sejumlah kenikmatan kuliner. Hidangan laut tentu saja menjadi pilihan pertama. Tapi bukan Makassar bila tanpa makanan khas kota ini: hidangan olahan daging berkuah, sarat rempah khas Makassar.

Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menu makanan Makassar merupakan hasil perpaduan budaya sejumlah daerah. Budaya Cina dan Arab sangat kental mempengaruhi rasa dan menu makanan khas wilayah ini. Berikut ini beberapa menu khas Kota Daeng.

Baca selengkapnya ...

Festival Bahari, Puncak Visit Makassar 2011

Festival Bahari 2011Hiruk-pikuk Visit Makassar sepanjang 2011, nyaris tak pernah berhenti. Event demi event kepariwisataan yang digelar di kota Anging Mammiri ini, baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, maupun sejumlah kegiatan yang digelar oleh berbagai instansi atau lembaga lainnya.

Termasuk pula kegiatan yang dihelat oleh kelompok-kelompok masyarakat, telah memberi dampak positif atas jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Makassar. Fakta yang terjadi di lapangan, kalangan penerbangan internasional mengakui bahwa, dengan digelarnya Visit Makassar 2011 dengan segudang event yang memikat, telah mendongkrak tajam...

Baca selengkapnya ...

Samalona, Pulau kecil dengan sejuta pesona keindahan

Pulau Samalona, MakassarBosan dengan rutinitas kerja Anda...?  liburan yang itu-itu saja, dan tempat-tempat yang sudah Anda hapal betul letaknya...? Anda ingin sesuatu yang baru, segar, sejuk, dan belum pernah Anda kunjungi sebelumnya...?

Cobalah untuk benar-benar kabur, get away. Lakukan liburan yang sesungguhnya. Nikmati sebuah liburan seru di Pulau Samalona, Kota Makassar. Pulau kecil ini berada di wilayah Kota Makassar, termasuk dalam jajaran gugus pulau-pulau kecil. Untuk menjangkaunya cukup mudah, yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar, dan dari Kota Makassar telah tersedia...

Baca selengkapnya ...

Desa Wisata Lakkang Kini Menjangkau Dunia

Bersepeda menelusuri Desa Lakkang. (Erwin/Tempo)Makassar, Sungai Tallo yang tenang dan cokelat membuat kami tak was-was menelusuri perjalanan ke Desa Lakkang dari Dermaga Universitas Hasanuddin akhir pekan kemarin. Tak ada kekhawatiran tersirat di antara rombongan kami yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara, Pak Tua mendekati saya, "sebenarnya banyak buaya di sungai ini," ia berbisik tanpa senyum.


Perjalanan menggunakan katinting (ucapan warga untuk perahu yang kami naiki) dari Dermaga Unhas ke Desa Lakkang hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit. Di kiri kanan tepian sungai menghampar pohon...

Baca selengkapnya ...

Menyelam di Cakar Macan, Taman Nasional Taka Bonerate

Sumber Gambar KompasPotensi laut yang masih tertidur. Transportasi menjadi kendala pengembangannya. Meski dilingkupi alam yang ganas, tak luput dari pencurian. Kaki Reflina Imania Juwita berayun-ayun mengikuti irama dangdut sekadarnya. Malam itu menjadi penutup kunjungan di Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar, Sulawesi Selatan. Reflina bersama enam kawannya dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FPMI) bergabung dalam ekspedisi Taka Bonerate dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.

Baca selengkapnya ...

Kota Makassar Menuju Kota Dunia

Foto dari/ milik TEMPOMakassar, Staf ahli Bidang Perekonomian Pemerintah Kota Makassar, Abdul Madjid Sallatu, mengatakan, untuk menjadi kota dunia, Makassar harus merevitalisasi perencanaan pembangunannya. Makassar bisa mengambil referensi dari India dan Cina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Madjid di ruang pola kantor Wali Kota Makassar saat memaparkan hasil pertemuan 43 wali kota sedunia dalam World Cities Summit di Singapura. Revitalisasi tersebut harus memperhatikan empat indikator penting, yakni arus manusia, bagaimana fungsi kota bekerja, geliat bisnis, serta organisasi yang terakomodasi dalam kehidupan perkotaan. Tujuannya adalah...

Baca selengkapnya ...

"Ulu Juku" yang Serba Nikmat, Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !

Makassar, Kemana anda pergi untuk bersantap jika sedang berada di Kota Makassar?. Dalam bahasa Makassar, ”ulu” berarti kepala dan ”juku” berarti ikan. Jadi, bila ada rumah makan bernama Ulu Juku, kiranya sudah jelas apa yang disajikan sebagai menu utama di tempat tersebut. Di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, sudah ada dua rumah makan bernama Ulu Juku. Satu di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 219 dan satu lagi beralamat di Jalan AP Pettarani, salah satu jalan protokol di bagian timur Makassar.

Jujur saja, saya bukan penggemar menu kepala ikan, mau dimasak apa pun. Pengalaman mencicipi kepala ikan sebelumnya, saya...

Baca selengkapnya ...

Racikan Ikan Para Calon Guru

Makassar, Sebersit pertanyaan terlintas saat melahap berbagai masakan kepala ikan di rumah makan Ulu Juku, ”Kalau yang dihidangkan kepalanya saja, dibawa ke mana daging ikan utuhnya? Bagaimanapun, ikan kakap merah dan kakap putih adalah jenis ikan yang dagingnya berharga tinggi. Jadi, sangat tidak mungkin daging-daging itu dibuang begitu saja.

”Kami memang cuma membeli kepala ikannya. Dagingnya juga beli, tetapi tidak banyak, sekadar untuk menu daging ikan goreng kentucky saja,” tutur Nadjamuddin (36), salah satu pemilik jaringan rumah makan (RM) Ulu Juku di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain memesan ke tempat-tempat pelelangan ikan di Makassar, Ulu Juku mendapatkan kepala ikannya dari...

Baca selengkapnya ...

Kelurahan Panaikang Menuju Pelayanan Prima

Makassar, Setelah sempat terpuruk, kini masyarakat merasakan melakukan urusan apapun di kelurahan Panaikang menjadi gampang. Tahun lalu, warga Panaikang sempat menyegel kantor Lurah Panaikang lantaran pelayanan di kantor Kelurahan Panaikang berbelit-belit. Ditambah lagi, sikap acuh tak acuh sang lurah. Hubungan kelurahan dan warga Panaikang sempat tidak harmonis.

Tapi, sejak Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengambil kebijakan mengganti Safaruddin sebagai Lurah Panaikang, semuanya berubah. A Rahmat Mappatoba yang ditunjuk menggantikan Safaruddin melakukan perubahan besar-besaran baik dari segi pelayanan publik maupun hubungan antara pemerintah kelurahan dan warga.

Baca selengkapnya ...
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bagaimana bila taksi motor (sitor) ada di jalan-jalan utama Kota Makassar?